Ramadhan Day-2

Dari sekian banyak ayat di dalam Al-Qur’an, perintah Shaum hanya ada 6 ayat berurutan di Surat Al-Baqoroh ayat 183-188. Yang artinya, pembahasan Shaum ini telah tuntas di dalam 6 ayat tersebut. Adapun bayan mengenai Shaum terdapat di dalam Hadits Rasul.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (Al-Baqoroh [2] : 183)

Dalam ayat tersebut dikatakan bahwa Shaum ini seruan untuk yang beriman agar sampai level taqwa.

Pertanyaannya, apakah kita sudah termasuk pada orang-orang yang Allah seru ? yaitu orang yang beriman ?

Bagaimana kan orang yang beriman itu ?

Di dalam Surat Al-Baqoroh ayat 3-5 dikatakan kategori orang yang beriman adalah :

Yaitu orang-orang yang beriman kepada yang gaib , serta mendirikan solat, serta menafkahkan sebagian dari rizki yang kami berikan kepada mereka (3). Dan orang-orang yang beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu dan yang telah diturunkan sebelummu, dan mereka meyakini akan hari kiamat (4).Mereka itulah orang-orang yang berada di atas petunjuk Tuhan mereka dan merekalah orang-orang yang beruntung.(5)

lantas, apakah dengan mendirikan sholat , serta mempercayai rukun iman yang 6 itu lantas dikatakan orang beriman ?

Ujian untuk orang beriman.

Dalam Surat Al-Baqoroh ayat 155 dikatakan : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” Maka jelas, sebagaimana seorang anak harus menempuh ujian untuk lulus sekolah, maka Allah pun akan menguji hambanya sebagai bukti keimanannya. Sudahkan ujian ini kita rasakan ? atau sedang kita rasakan ?- dan jelas ujian setiap orang akan berbeda sesuai kadar keimanannya.

Hasil dari keimanan

Bagaimana seseorang dikatakan beriman ? iyalah adanya keyakinan dalam dirinya. Yakin bahwa Allah Maha Pemberi rezeki, Allah Maha melihat. Maka orang yang yakin akan adanya Allah (sebagai buah keimanan) ia akan lebih berhati-hati dan merasa takut. Tidak gegabah dalam melaksanakan sesuatu.

Agar kamu bertakwa

Maka kita tarik kesimpulan, sebelum sampai pada kategori takwa sebagai buah kelulusan dari Shaum Ramadhan, maka pastikan dulu kita termasuk kedalam orang yang beiman yang Allah seru, yang Allah panggil untuk naik level.

Dibulan yang penuh dengan berkah ini, mari sama-sama tingkatkan penghambaan kita pada Allah.

Wallahu ‘alam

Tulisan ini diambil dari kajian subuh ramadhan. Jika terdapat kesalahan, penulis sangat senang untuk menerima kritik atau perbaikan baik di kolom komentar ataupun email pada kontak di bawah ini.

Silahkan baca juga http://www.hajij.com/id/the-noble-quran/item/171-tafsir-al-quran-surat-al-baqarah-ayat-3-5-

Published by GitaMutia

Gita Mutia Rahayu || Bandung || .. A half part teacher and half part of finance. Founder Rumah Belajar Asmaul Husna. another blog : http://thaithaword.blogspot.com/

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started