Al-Baqoroh [2] : 188
Di awal rangkaian ayat shaum, Allah memerintahkan untuk menahan makan, tetapi di akhir ayat dalam shaum justru Allah memerintahkan untuk makan.
Janganlah kalian saling memakan harta2 diantara kalian dengan cara yabg bathil, ini dalah ayat larangan namun hakikat dari ayat ini adalah perintah.
Dalam shaum ini, menjadi sebuah pelajaran untuk saling berbagi rezeki dengan jalan yang tidak bathil. Contoh kasus dalam rejeki yang batil adalah :
Dalam islam mengajarkan kita untuk tertib administraai, contohnya dalam pencatatan hutang piutang (contoh dalam tafsir ibnu katsir). Seorang memiliki utang namun antara yg diutangbdan yg memiliki utang tidak memiliki bukti / tidak ada pencatatan. Maka yang mengutangkan melaporkan pada hakim, namun yang satunya berdalih karena tidak memiliki bukti. Maka hakim pun memenangkan orang yang berutang. Karena tidak ada bukti yang sah.
Maka jadikan momen ramadhan ini untuk pembelajaran menahan hawa nafsu dan memanaj kembali diri. Karena shaum itu tidak saja melarang yang haram, namun mengharamkan juga beberapa yang halal.
Menjadikan pendidikan untuk menjadi muslim yang paripurna, agar seorang yang shaum menjadi hamba yang bertakwa, kemudian menjadi yang berilmu, menjadi pandai bersyukur, mendapat tuntunan dari Allah, supaya menjadi orang-orang yang bertakwa, diulang kembali menjadi orang yang berilmu. Ada dua pengulangan, di perkara ilmu dan takwa.
Yaitu ilmu yang ditubtun oleh Allah untuk memdekatkan diri pada Allah.
Tulisan ini diambil dari kajian subuh, jika terdapat kesalahan penulisan, penulis dengan senang hati menerima setiap kritik dan saran pada kolom komentar atau hubungi penulis pada kontak dibawah.