Karena Kamu Pantas !

Ada yang pernah merasa tidak berarti ?

Kalau bahasa nya katanya merasa useless. Minder dengan diri sendiri, merasa tidak sehebat yang lain, merasa tidak sekeren temen-temen. Ko mereka aktif banget ya, sedangkan aku gabut-gabut aja. Ko bisa dia ada di acara mana-mana sedangkan aku mah ketinggalan terus.

Perasaan ini biasa terjadi mungkin di usia SMA sampai menuju fase remaja akhir. Perasaan ini memang wajar dan banyak terjadi, tapi bukan berarti membenarkan perasaan ini.

Akupun, dengan usia segini (LOL) kadang merasa useless.

Kenapa sih bisa merasa useless ?

Perasaan useless ini biasanya timbul berbarengan dengan kepercayaan diri kita yang menurun. Kita bisa jadi gak PD karena terlalu banyak melihat orang lain. Melihat dia dengan segudang kesibukannya dll.

Kita boleh melihat orang lain untuk membuat kita bersemangat, atau memotivasi untuk mengikuti jejak-jejak kebaikannya. Tapi kita gak bisa ngukur baju orang lain pake badan kita. Dalam artian, kita gak bisa ngukur diri kita sama orang lain. Kita punya definisi sukses yang berbeda. Definisi kontribusi yang berbeda. Mimpi yang berbeda. Track lari yang berbeda. Jadi ukurannya bukanlah orang lain, tapi justru diri kita sendiri.

Aku selalu percaya, bahwa setiap dari kita memiliki peran nya sendiri-diri dengan potensi yang sudah Allah titipkan. Sayangnya, kadang kita nggak percaya sama diri kita sendiri, membuat standar dan ekspektasi yang tinggi, atau bahkan terlalu menjadikan orang lain sebagai tolak ukur dan tujuan akhir.

Tapi .. bukan berarti kita mau hidup seenaknya berdasarkan pemikiran kita sendiri juga. Patokannya adalah aturan Allah dan Rosulnya (pasti). Selama itu tidak melanggar aturan Allah dan Rosulnya, maka percayalah.. kamu pantas dan layak.

Perbaiki persepsi ..

Penting untuk kita mendefinisikan ulang diri kita. Saya ini begini, tujuan saya ini, maka saya harus begini. Saat kamu dapat mendefinisikan setiap diri dan tujuan kamu, maka rebahan pun bisa jadi bukan gabut, tapi memang sedang menyiapkan tenaga untuk kembali bergerak 🙂

Sekecil apapun pergerakan mu, bahkan untuk pergerakan yang kau pandang remeh dan tak berdampak pun, asalkan Allah menjadi alasan untuk melakukan itu, maka kamu berarti.

Jangan pernah terjebak dengan ketidak pastian. Apa-apa yang tidak jelas di hidup kita, maka tugas kita untuk membuatnya menjadi jelas !

Selamat tumbuh dan berproses~~

Photo by pinterest

Jika ada yang keliru dengan tulisan di atas, penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran.silahkan beri masukan di komen, atau hubungi penulis pada kontak di bawah. 🙂

tentang keresahan -2

Bergerak dari keresahan, bagaimana cara mengendalikan diri ?

Sebagaimana telah diposting di post sebelumnya, sebaik-baik cara adalah mengendalikan diri (tenang) lalu berfikir perlahan. Sekarang bagaimana jika merasakan keresahan pribadi (panik).

dikutip dari website hallosehat.com bahwa keresahan ini mempengaruhi kognitif otak kita.

 semua keputusan yang Anda lakukan melibatkan fungsi kognitif otak. Itulah mengapa proses perencanaan, kemampuan untuk mengendalikan diri, hingga kemampuan mengelola pikiran saat sedang stres, dilakukan secara bersamaan oleh otak.

Jadi, ketika otak telah diforsir hebat untuk menyelesaikan masalah yang sedang Anda hadapai saat ini, lama-lama konsentrasi otak akan berangsur habis. Anda pun jadi malas untuk harus berpikir lebih keras demi merencakan hal-hal lainnya, karena tahu bahwa proses berpikir ini akan menyita banyak waktu dan tenaga.

Singkatnya, Anda akan berpikir “Satu masalah saja belum selesai, kenapa harus memikirkan hal lain yang belum pasti terjadi?”. 

Terus gimana cara mengurai keresahan ini ?

  1. Baca Al-Qur’an (Saya sebagai umat Islam maka akan menyarankan ini sebagai pengurai keresahan, sebagaimana dalam surat Ar Rad “dan Hanya dengan mengingatKu kamu menjadi tenang”
  2. Dzikir dan istighfar (kembali kepada fitrah kita sebagai hamba Allah, maka sebaik-baik mengembalikan semua emosi jiwa adalah kepada pemilik Ruh nya, Allah SWT)
  3. Menulis !, tulislah segala keresahan yang kamu rasakan. Menulis juga bisa menjadi salah satu healing terapi loh. Sebagaimana yang dilaksanakan Bapak BJ Habibi saat ditinggal bu Ainun, beliau selalu menulis agar tidak stress karena merasa kehilangan. Menulis juga bagian dari peluapan emosi, siapa tau kamu bisa dapet solusi dari menulis 🙂
  4. Lakukan pergerakan-pergerakan kecil namun konsisten. Tak perlu yang besar, sesederhana beres-beres rumah, bersih-bersih diri, beres-beres file di komputer, intinya adalah bergerak ! Jangan salah, menggerakan badan itu bagus untuk mengelola kinerja otak loh.
  5. Buat list job. Mulailah lakukan aksi solusi dengan membuat list apa saja yang dapat kita lakukan, mulai dengan apa yang membuat saya resah, apa keahlian saya, kemudian apa yang dapat saya lakukan.

Mari berproses bersama ^^

tentang keresahan

pernah gak sih kita merasa resah ?

resah karena belum mengerjakan tugas, resah karena gak bisa ketemu orang tua, resah karena nilai jelek, resah karena pandemik yang sedang melanda, resah karena situasi ekonomi, atau keresahan-keresahan lainnya.

wajar gak sih sama keresahan-keresahan itu ?

yups, merasa resah itu sangat wajar, bahkan Rosulullah pun pernah merasa resah. Rosul resah dengan keadaan umatnya, Rosul resah dengan keadaan jahiliah di Kota Mekah. Makanya Rosul dulu sering bertahanus (berdiam diri) di Gua Hiro. Merasa resah juga dapat menandakan sebuah awarenes kita,, dimana kita merasa ada sesuatu yang gak beres nih sama lingkungan sekitar kita dan kita berusaha mencari solusinya. Kalau kita gak punya kepedulian, gimana mau peka dan merasa resah sama lingkungan sekitar ?

Nah, berarti kita juga bisa ngambil pelajaran dari sikap Rosul di atas. Saat kita merasa resah maka bagaimana sebaiknya kita bertindak ?

Silahkan mundur sejenak dan berdiam diri. Mulai tarik nafas pelan-pelan dan fikirkan segala keresahan mu secara perlahan. Satu-persatu, ingat perlahan-lahan. Dikatakan dalam ayat :

أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Ar-Ra’d: 28)

Mungkin, keresahan kita itu dapat timbul karena kita kurang melibatkan Allah dalam urusan kita. Mungkin, keresahan itu timbul karena niat kita mulai berbelok. Mungkin keresahan kita itu timbul sebagai alarm dalam diri bahwa ada yang melenceng dari kita.

Terus, bagaimana dengan keresahan pada dunia sosial ?

Keresahan pada dunia sosial atau lingkungan sekitar, itu sangat positif (menurutku). Keresahan itu muncul karena kita mengamati sekitar. Bayangkan jika tak ada orang yang mau mengamati lingkungan dan tidak ada yang merasa resah ? mungkin sudah tidak ada lagi yang peduli. Banyak gerakan-gerakan juga karya yang lahir karena keresahan. tapi cukupkah hanya dengan merasa resah ?

Tentu tidak, sebagaimana Rosul mencontohkan Beliau bertahanus hingga datang jibril memberi petunjuk (ayat) – dalam artian turunnya solusi, pergerakan. Kita juga berdiam diri berfikir untuk menghasilkan solusi, ya karena kita bukan Rosul yang akan di datangi oleh Jibril hehe, maka sebaik-baiknya petunjuk meminta kepada Allah.

jadilah solusi,

Ya, keresahan kita ini harus menjadi solusi. Lakukanlah pergerakan-pergerakan kecil namun konsisten, teruslan berbagi. Tetaplah menjadi ideologis. Sebagaimana Rosul memimpin dengan ke-ideologisannya.

marilah menjadi solusi,.. tumbuhlah ! berkarya dan berdaya !

Baca juga pada postingan selanjutnya di Part-2

Day,… Covid-19

Masya Allah wal hamdulillah, rasanya memang kondisi ini kondisi yang tidak biasa untuk kita. Berat memang. Tapi sebenrnya ini bukan masalah penyakit atau masalah imun. Tapi ini masalah iman.

Ya, gimana kita percaya bahwa Allah kasih ujian sesuai kesanggupan hambanya, bahwa Allah kasih penyakit beserta obatnya, bahwa setelah ada kesulitan akan ada kemudahan. Apa ini udah bener-bener terpatri di hati ? Apa ini udah bener-bener teguh sebagai prinsip hidup ? Faktanya yang sulit itu bukan lockdown nya, tapi tawakal nya.

Ya Allah, banyak banget hikmah di balik semua ini yang mungkin kalau tidak dengan cara ini akan sulit merasakan hikmah ini. Pandemik ini mengajarkan kita bagaimana untuk kembali pada ‘keluarga’. Mungkin selama ini kita sering acuh, sibuk dengan urusan yang sebenarnya tak akan ada ujungnya. Pandemik ini memaksa kita kembali mengecek keadaan keluarga, lebih perhatian kepada anak, lebih berbakti kepada orang tua juga menjaga kekompakan keluarga. tak hanya itu, fenomena ini juga mengingatkan kami akan kebersihan. Dimana Allah itu bersih dan menyukai kebersihan, Allah itu indah dan mencintai keindahan. Cek lagi bagaimana wudu kita, cek lagi bagaimana toharoh kita. Sudah sesuaikah ?

Bukan kah ini bagian dari kasih sayang Allah ? Mari sambut tiap hikmah dalam pandemik ini dengan hati yang lapang, dengan penuh kepercayaan pada kuasa Allah

terakhir,

Rabb ku .. Ampuni aku, keluarga ku juga orang-orang yang aku sayangi. Allahku, tetapkan kami dalam iman dan islam Mu. Tetapkan kami dalam ketetapan-ketetapan terbaikmu. Jadikanlah shabar dan sholat sebagai penolong kami. Dan tetapkan kami sebagai hamba yang berserah padaMu.

Ya Allah, perkenankan lah doa ku.

Tentang Nya

Tentang masa depan yang tak belum bertuan..

Tentang rindu yang tak terbalaskan.

Biarlah ia menari di udara, biarlah ia merajut segala asa, demi rido Ilahi Robbi.. biarlah ia, berpilin mesra merajut menuntut jiwa bertemu pada hak nya.

Biarlah .. biarlah Ia bekerja dengan kuasaNya

Biarlah .. biarlah Ia tunjukan keMaha-annya.

Untul menyadarkan lemah diri ini.

Akan ada masa, di mana kita mengatakan .. Dia tak pernah salah pada pilihanNya

Tentang Ketetapan-Nya

Kalau dari waktu SD kita belajar rukun iman, kayanya lancar banget nyebutin dari satu sampai enam, tanpa mengenal esensi lebih dalam.

Masya Allah, Allah perkenankan untuk belajar lebih dalam, melalui ayat2 nya, melalui ketetapan2nya. Dan disini bener2 diuji seberapa kita mengimani atas ketetapan2 Allah. Manusia punya segudang keinginan, pertanyaannya disandarkan pada apa setiap keinginan itu ? Sudahkan semua bersandar pada Allah ?

Gak mudah memang, tapi disitulah Allah menguji, memberi titik terdekat setiap hamba dengan Robbnya, memberi waktu lebih lekat untuk bermesraan dengan sebenar2 pemilik kita.

Bukan hanya tentang hafal definisi, tapi tentang bagaimana esensi itu terpatri dalam diri. Menerima setiap irodahNya, menerima setiap ketetapanNya, berlapang dada, mencoba ikhlas.

Allahu latiif .. lembutkan lah .. lapangkanlah apa2 yang ada dalam dada ini agar mudah dalam menerima setiap kebenaran2 Mu..

It’s oke ..

Maafin setiap masa lalu kamu yang menurutmu kurang maksimal .. toh kamu juga inginnya semua yg terbaik ko .. kamu sudah mengupayakan apapun yang terbaik .. jangan khawatir .. tidak ada yang menganggap itu buruk ..

Nikmati udara hari ini, nikmati minuman di mejamu pagi ini,nikmati setiap detik yang terus bergerak maju dan takan pernah mundur ..

It’s oke kamu sudah melangkah sejauh ini, akan berbeda memang dengan yang lain, tapi kenapa ? Tidak pernah ada yang menyalahkan ..

Mulailah menutup mata dan membuka hati ..
You’re special dude .. banyak orang diluar yang terinspirasi darimu .. percayalah .. kamu tak seburuk apa yang kamu pikirkan .. walau kamu menganggap kamu tak se cemerlang orang lain..
Love yourself .. love your own job, love your family, you’re just going up .. and all just once opportunity .. just take it, and joy it ..

Penciptaan Alam Semesta dalam Perspektif Al-Qur’an dan Astronomi

Abstraksi

Ilmu dan Agama pada hakikatnya akan selalu selaras. Ilmu yang tidak dilandasi agama maka ia akan runtuh karena tidak ada keimanan di dalamnya. Begitu pula dalam  ilmu-ilmu pengetahuan umum, sesungguhnya Allah SWT telah lebih dahulu memberitahukannya di dalam Al-Qur’an. Belajar mentafakuri kebenaran Al-Qur’an melalui penciptaan Alam Semesta ini. Al-Qur’an telah dengan tegasnya menceritakan bagaimana alam semesta ini terbentuk. Yang harus lebih ditafakuri lagi adalah Al-Qur’an menjelaskan itu semua lebih dahulu sebelum ilmu pengetahuan dan teknologi dapat mencapainya. Pada sekitar abad 6Al-Qur’an dengan gamblang menjelaskan pengembangan alam semesta itu. Dengan rasa ke- ingin tahuan yang tinggi, manusia berlomba untuk mencari tahu  hakikat pada saat terciptanya alam semesta ini. Pada abad 19 hingga 20 teori pun bermunculan, mulai dari yang diakui hingga yang ditolak. Padahal  sudah 14 abad yang lalu Al-Qur’an telah memberikan isyarat tentang penciptaan alam raya ini. Namun semua itu hanya dapat dipahami oleh orang yang mau menggunakan nalarnya. Sesuai dengan firmanNya WAMAA YADZAKARU ILLA ULUL ALBAB. Dari sekian teori yang mencoba mengungkap penciptaan alam semesta hanya yang bersesuaian dengan Al-Qur’an saja yang dapat bertahan, dengan itu pula Al-Qur’an menunjukkan kekonsistenannya dan kebenarannya, tentang segala hal. Dengan itu pula, akhirnya bagi penulis AL-Qur’an sebagai acuan awal untuk memulai penelitian tentang alam raya dan lainnya.

1.1 Latar Belakang

            Rasa ingin tahu serta ketakjuban manusia pada benda – benda langit dan alam semesta dapat melahirkan beragam pemikiran. Mereka berfikir, bagaimana alam semesta in dapat terbentuk ? bagaimana dimensi ruang dan waktu tiba-tiba terjadi ? serta berfikir bagaimana terjadinya kehidupan ?

            Rasa ingin tahu ini juga yang akhirnya melahirkan berbagai teori yang beragam tentang penciptaan alam semesta.Kaum filsafat materalis muncul dengan teorinya yang menentang adanya peristiwa penciptaan (alam seemesta telah ada tanpa diciptakan).Juga lahir teori yang menjelaskan bahwa alam semesta ini berasal dari sebuah ketiadaan yang kemudian ada secara tiba-tiba, hingga terbentuklah ruang dan waktu.

            Keragaman teori yang lahir ini didasarkan karena mereka lebih suka mengeluarkan pendapat berdasarkan pemikiran mereka, serta hanya bersumber pada buku sains saja, tanpa melibatkan kuasa Allah SWT didalamnya. Padahal, Allah SWT telah memberikan tanda-tanda kebesaran-Nya didalam Al-Qur’an.

            Hal inilah yang menarik bagi penulis untuk mengankat judul “Penciptaan Alam Semesta Menurut Ilmu Astronomi dan Al-Qur’an”. Disini, penulis ingin mengungkapkan adanya kecocokan antara pemahaman sains dan penafsiran Al-Qur’an sebagai isyarat Allah dalam hal menunjukan akankebenaran Al-Qur’an, yang bersamaan dengan itu Al-Qur’an merupakansumber kebenaran yang mutlak khususnya dalam hal penciptaan alam semesta.

 1.2 Perumusan Masalah

 Adapun didalam perumusan masalah yang akan dijadikan pokok bahasan oleh penulis adalah :

1.      Apa saja isyarat-isyarat yang menyatakan tentang penciptaan alam semesta berdasarkan perspektif Al-Qur’an ?

2.      Apa sajakah fase-fase dalam penciptaan alam semesta menurut Al-Qur’an ?

3.      Bagaimana asal usul penciptaan alam semesta menurut teori-teori astronomi ?

1.3  Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah :

1.      Untuk mengetahui isyarat-isyarat Al-Qur’an mengenai proses penciptaan alam semesta.

2.      Untuk mengetahui fase-fase penciptaan alam semesta menurut Al-Qur’an.

3.      Untuk mengetahui bagaimana asal usul penciptaan alam semesta berdasarkan teori-teori astronomi.

1.4 Metode Penulisan

Metode penulisan yang digunakan dalam menyusun karya tulis ini adalah metode study literatur dibantu dengan pencarian data melaui internet, buku, dan tafsir Al-Qur’an.

1.5 Sistematika Penulisan

BAB I               : Pendahuluan, latar belakang, perumusan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulisan.

BAB II              : Tinjauan teoritis, asal usul penciptaan alam semesta berdasarkan perspektif Al-Qur’an, tafsir al-qur’an tentang penciptaan alam semesta, fase-fase dalam enciptaan alam semesta, dan penciptaan alam semesta menurut ilmu astronomi.

BAB III          : Kesimpulan dan Saran

BAB.II

TINJAUAN TEORITIS

2.1 Asal-Usul Penciptaan Alam Semesta Berdasarkan Perspektif Al-Qur’an

Penciptaan menurut kamus besar Bahasa Indonesia berarti proses, cara, perbuatan menciptakan.Para ilmuwan diseluruh dunia  saat ini telah sepakat bahwa alam semesta ini terjadi dari tiada secara kebetulan dan menimbulkan dentuman besar. Ke-tiada-an (berasal dari tidak ada) adalah menunjukan akan adanya penciptaan (diciptakan).Selama satu abad terakhir, serangkaian percobaan, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan teknologi mutakhir, telah mengungkapkan tanpa ragu bahwa alam semesta memiliki permulaan. Para ilmuwan telah memastikan bahwa alam semesta berada dalam keadaan yang terus mengembang. Dan mereka telah menyimpulkan bahwa, karena alam semesta mengembang, jika alam ini dapat bergerak mundur dalam waktu, alam semesta ini tentulah memulai pengembangannya dari sebuah titik tunggal. Sungguh, kesimpulan yang telah dicapai ilmu pengetahuan saat ini adalah alam semesta bermula dari ledakan titik tunggal ini. Ledakan ini disebut “Dentuman Besar” atau Big Bang.Penciptaan suatu keteraturan sempurna menyusul peristiwa Big Bangsama sekali bukanlah gejala yang dapat dianggap sebagai peristiwa biasa. Pikirkanlah tentang kenyataan bahwa beribu-ribu jenis ledakan sering terjadi di bumi, tetapi tak ada keteraturan yang dihasilkannya. Bahkan sebaliknya, semua itu mengarah ke akibat yang menghancurkan, merusak, dan membinasakan. Contohnya, bila bom atom atau bom hidrogen, letusan gunung berapi, ledakan gas alam, dan ledakan yang terjadi di matahari diamati, kita dapat melihat bahwa dampak yang ditimbulkannya selalu membahayakan. Akibat yang bersifat membangun keteraturan atau sesuatu yang lebih baik tidak pernah diperoleh sebagai akibat dari suatu ledakan. Akan tetapi, menurut data ilmiah yang diperoleh dengan bantuan teknologi modern, Big Bang, yang terjadi ribuan tahun lalu, menyebabkan perubahan dari tiada menjadi ada, bahkan menghadirkan keberadaan yang sangat teratur dan selaras.Ayat-ayat yang menjelaskan Allah SWT PenciptaAlam Semesta :Adapun ayat-ayat yang menjelaskan bahwa Allah SWT-lah yang telah menciptakan alam semesta adalah :·

         (Q.S. Al-Sajdah [32] :4 )اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ مَا لَكُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا شَفِيعٍ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ

Artinya: “Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan segala yang ada diantara keduanya dalam waktu enam hari, kemudian dia bersemayam di atas Arsy. Kamu semua tidak memiliki seorang penolong dan pemberi syafaat pun selain diri-Nya. Lalu, apakah kamu tidak memperhatikannya ?”(Q.S. Al-Sajdah [32] :4 )
·

         (Q.S. Al-Kahfi [18] :51 )مَا أَشْهَدْتُهُمْ خَلْقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَا خَلْقَ أَنْفُسِهِمْ وَمَا كُنْتُ مُتَّخِذَ الْمُضِلِّينَ عَضُدًاArtinya: “aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan tidaklah aku mengambil orang-orang yang menyesatkan itu sebagai penolong.”(Q.S. Al-Kahfi [18] :51 )
·

         (Q.S. Al-Baqarah [2] :29 )هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌArtinya :“ Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu.” (Q.S. Al-Baqarah [2] :29 )

2.1.1 Tafsir Ayat Yang Berhubungan Dengan Penciptaan Langit

·         (Q.S. Al-Sajdah [32] :4 )Ayat ini menerangkan bahwa Tuhan yang telah menurunkan Alquran kepada Muhammad saw itu adalah Tuhan Pencipta langit dan bumi dan segala sesuatu yang ada di antara keduanya dalam enam masa. Yang dimaksud dengan enam masa dalam ayat ini bukanlah hari (masa) yang dikenal seperti sekarang ini, tetapi adalah hari sebelum adanya langit dan bumi. Hari pada waktu sekarang ini adalah setelah adanya langit dan bumi serta telah adanya peredaran bumi mengelilingi matahari dan sebagainya.Setelah Allah menciptakan langit dan bumi, maka Dia pun bersemayam di atas Arasy, sesuai dengan kekuasaan dan kebesaran-Nya”.Allah SWT menegaskan bahwa tidak seorangpun yang dapat mengurus segala urusannya, menolak bahaya, malapetaka dan siksa. Dan tidak seorangpun yang dapat memberi syafaat ketika azab menimpanya, kecuali Allah semata, karena Dialah Yang Maha Kuasa menentukan segala sesuatu.Kemudian Allah SWT memperingatkan: “Apakah kamu hai manusia tidak dapat mengambil pelajaran dan memikirkan apa yang selalu kamu lihat itu? Kenapa kamu masih juga menyembah selain Allah? (tafsir Depag)·

         (Q.S. Al-Kahfi [18] :51 )Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan kekuasaan-Nya, dan bahwa setan itu tidak berhak untuk menjadi pembimbing atau pelindung bagi manusia. Setan itu tidak mempunyai hak sebagai pelindung, tidak hanya disebabkan kejadiannya dari lidah api saja tetapi juga karena mereka tidak mempunyai saham dalam menciptakan langit dan bumi ini. Allah SWT menegaskan bahwa iblis dan setan-setan itu tidak dihadirkan untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi ini, di kala Allah menciptakannya, bahkan tidak pula penciptaan dari mereka sendiri, dan tidak pula sebagian mereka menyaksikan penciptaan sebagian yang lain. Bilamana mereka tidak hadir dalam penciptaan itu, bagaimana mungkin mereka memberikan pertolongan dalam penciptaan tersebut. Patutkah setan-setan itu dengan keadaan demikian dijadikan sekutu Allah? Allah SWT dalam menciptakan langit dan bumi ini tidak pernah sama sekali menjadikan setan-setan, berhala-berhala, sembahan-sembahan lainnya sebagai penolong, hanya Dia sendirilah yang menciptakan alam semesta ini, tanpa pertolongan siapapun. Bilamana setan-setan itu dan berhala-berhala itu tidak ikut serta dalam menciptakan itu tentulah mereka tidak patut dijadikan sekutu Allah dalam peribadatan seseorang hamba Nya. Sebab orang yang ikut disembah yang ikut pula dalam penciptaan bumi dan langit ini. Sekutu dalam penciptaan, sekutu pula dalam menerima ibadah. Dan sebaliknya tidak bersekutu dalam penciptaan, tidak bersekutu pula dalam menerima ibadah. Maka yang berhak menerima ibadah hanyalah Allah SWT. Allah SWT berfirman :

قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيهِمَا مِنْ شِرْكٍ وَمَا لَهُ مِنْهُمْ مِنْ ظَهِيرٍ

Artinya: 
Katakanlah: “Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah, mereka tidak memeliki (kekuasaan) seberat zarahpun di langit dan di bumi. Dan mereka tidak mempunyai suatu sahampun dalam (penciptaan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya.” (Q.S. Saba: 22) (tafsir Depag)·

         (Q.S. Al-Baqarah [2] :29 )(Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu); sebagai kemuliaan dari-Nya dan nikmat bagi manusia serta perbekalan hidup dan kemanfaatan untuk waktu tertentu. (dan Dia berkehendak [menciptakan] langit); lafazh “Tsummas tawa: (artinya): ‘dan Dia berkehendak (menciptakan)’ ”, mashdar/kata bendanya adalah istiwa’. Jadi, al-Istiwa’ artinya meninggi dan naik keatas sesuatu sebagaimana makna firman Allah Ta’ala (dalam ayat yang lain-red): “Apabila kamu dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas bahtera itu…”. (Q.S.Al-Mu’minun/23:28). (lalu dijadikan-Nya); meluruskan (menyempurnakan) penciptaannya (langit) sehingga tidak bengkok (tidak ada cacat didalamnya-red) [Zub]. (tujuh langit! Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu); meskipun demikian Ilmu-Nya mencakup segala sesuatu, Maha Suci Dia Yang tiada ilah dan Rabb (Yang berhak disembah) selain-Nya. [Ays] (tafsir depag).

            Dari ketiga ayat di atas ini menunjukan bahwa Allah SWT lah dengan segala ke maha kuasaan-Nya  yang telah menciptakan alam semesta, tanpa ada campur tangan dari siapapun.ketiga ayat di atas pun sekaligus menentang pada pernyataan para philosof materalis yang mengatakan bahwa “alam semesta ini telah ada sejak dulu tanpa ada perubahan apapun dan akan tetap menjadi seperti ini sampai akhir nanti.” (Harun Yahya).Selain itu sebuah versi terbaru yang dipublikasikan lebih luas dari model alam semesta kuantum diajukan oleh ahli fisika, Stephen Hawking. Dalam bukunya, A Briefer History of Time, Hawking menyatakan bahwa Dentuman Besar tidak harus berarti keberadaan dari ketiadaan. Hawking jugamenyatakan bahwa tidak ada  batas  dalam waktu, tidak ada singularitas Big  Bang dengan menyebutnya “No-boundary condition”. Dengan   menggunakan  keadaan  tak   berbatas     ini (“No-boundary condition”). Alih-alih “tiada waktu” sebelum Dentuman Besar, Hawking mengajukan konsep “waktu imajiner”. Menurut Hawking, hanya ada selang waktu imajiner 1043 detik sebelum Dentuman Besar terjadi dan waktu “nyata” terbentuk setelah itu. Harapan Hawking hanyalah untuk mengabaikan kenyataan “ketiadaan waktu” (timelessness) sebelum Dentuman Besar dengan gagasan waktu “imajiner” ini.

            Sebagai sebuah konsep, “waktu imajiner” sama saja dengan nol atau seperti “tidak ada”nya jumlah imajiner orang dalam ruangan atau jumlah imajiner mobil di jalan. Di sini Hawking hanya bermain dengan kata-kata. Dia menyatakan bahwa persamaan itu benar kalau mereka dihubungkan dengan waktu imajiner, namun kenyataannya ini tidak ada artinya. Ahli matematika, Sir Herbert Dingle, menyebut kemungkinan memalsukan hal-hal imajiner sebagai hal nyata dalam matematika sebagai:“Dalam bahasa matematika, kita bisa mengatakan kebohongan di samping kebenaran, dan dalam cakupan matematika sendiri, tidak ada cara yang mungkin untuk membedakan satu dengan lainnya. Kita dapat membedakan keduanya hanya dengan pengalaman atau dengan penalaran di luar matematika, yang diterapkan pada hubungan yang mungkin antara solusi matematika dan korelasi fisiknya.” (Dingle 1988 )

            Singkatnya, solusi imajiner atau teoretis matematika tidak perlu mengandung konsekuensi benar atau nyata. Menggunakan sifat yang hanya dimiliki matematika, Hawking menghasilkan hipotesis yang tidak berkaitan dengan kenyataan. Hawking mengakui “bahwa dia lebih menyukai model alam semesta selain dari Dentuman Besar karena yang terakhir ini “mengisyaratkan penciptaan ilahiah”, dan model-model seperti itu dirancang untuk ditentang.”

            Di dalam buku barunya yang ditulis bersama pakar fisika Leonard Mlodinow ”The Grand Design” Hawking mengatakan : ”Karena ada hukum seperti Hukum Gravitasi, alam semesta dapat dan akan menciptakan dirinya dari ketiadaan. Penciptaan dengan sendirinya menjadi alasan adanya sesuatu bukannya ketiadaan, adanya alam semesta, dan adanya kita. Tidak perlu campur tangan Tuhan untuk menjadikan alam semesta.” (Hawking,7 September 2010)

            Semua ini menunjukkan bahwa model alternatif dari Dentuman Besar, seperti keadaan-stabil, model alam semesta berosilasi, dan model alam semesta kuantum, kenyataannya timbul dari prasangka filosofis materialis. Penemuan-penemuan ilmiah telah menunjukkan realitas Dentuman Besar dan bahkan dapat menjelaskan “keberadaan dari ketiadaan”. Dan ini merupakan bukti sangat kuat bahwa alam semesta diciptakan oleh Allah, satu hal yang mentah-mentah ditolak materialis.

2.2 Fase-fase Pencipta Alam Semesta  menurut Al-Qur’an.

            Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan kata ‘fase’ adalah tingkatan masa (perubahan, perkembangan, dsb)[1]. Sehingga dapat disimpulkan perkembangan ataupun perubahan tahap-tahap penciptaan alam semesta dalam hal ini ditinjau dari al-Qur’an dan tidak lupa juga menyertakan penjelasan di dalam Hadits. Akan tetapi, menyusun tahapan penciptaan alam semesta di dalam a-Qur’an bukan perkara yang mudah – disamping minimnya referensi terutama asbabun nuzul (sebab-sebab turunnya ayat) ataupun penjelasan dari hadits berkaitan dengan fase-fase penciptaan diperparah dengan kemunculan cerita-cerita dari Israiliyat dan hadits yang dlaif maupun maudlu (palsu).

            Sebab, dari segi susunan ayat yang menerangkan tahapan penciptaan di dalam al-Qur’an seolah mengalir seperti firman Allah di dalam surat Fushilat ayat 9-12. Tidak seperti puzzle yang memang harus disusun sehingga membentuk satuan gambar yang utuh bisa dikenali. Namun, jika disusun seperti puzzle yang pernah kita mainkan maka akan membentuk sebuah gambaran penciptaan alam semesta yang saat ini dunia akui keabsahannya dari berbagai rangkaian eksperimen dan bukti yang otentik.Enam MasaPenciptaan Alam SemestaAlam semesta diciptakan dalam enam masa, begitulah kita yakini berdasarkan keterangan al-Qur’an. Sebagaimana orang kristen meyakini di dalam Alkitabnya (Bible) di Kitab Kejadian disebutkan bahwa alam semesta pun diciptakan dalam enam hari atau bisa dikatakan 6 x 24 jam. Bahkan diperkuat dengan keterangan yang lain, Kitab Kejadian Pasal 1 ayat 3-5 dan 9-19 disebutkan: Berfiman Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang pun jadi (3). Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap (4). Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama (5).Kemudian Allah berkata, “Hendaklah air yang ada di bawah langit mengalir ke satu tempat, sehingga tanah akan kelihatan,” lalu hal itu terjadi (9). Allah menamakan tanah itu “Darat”, dan kumpulan air itu dinamakan-Nya “Laut”. Dan Allah senang melihat hal itu (10). Allah berkata lagi, “Hendaklah tanah mengeluarkan segala macam tumbuh-tumbuhan, yaitu jenis yang menghasilkan biji-bijian dan jenis yang menghasilkan buah-buahan.” Lalu hal itu terjadi (11). Demikianlah tanah mengeluarkan segala macam tumbuh-tumbuhan, dan Allah senang melihat hal itu (12). Malam lewat dan jadilah pagi. Itulah hari ketiga (13).Berfirman Allah: “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari mala. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun (14). Dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi Bumi.” Dan jadilah demikian (15). Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang (16). Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi Bumi (17). Dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah meliahat bahwa semuanya itu baik (18). Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.Sedangkan al-Qur’an menyebutkan dalam sittati ayyaamin yang berarti enam masa yang panjang.Sebagaimana dalam al-qur’an   (Q.S. Al-Sajdah [32] :4 ):

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ مَا لَكُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا شَفِيعٍ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ

Artinya : “Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan segala yang ada diantara keduanya dalam waktu enam hari, kemudian dia bersemayam di atas Arsy.Kamu semua tidak memiliki seorang penolong dan pemberi syafaat pun selain diri-Nya. Lalu, apakah kamu tidak memperhatikannya ?”

Dari ayat di atas Allah SWT menyebutkan penciptaan langit dan bumi dalam enam masa (sittati ayyaamin) selanjutnya para mufasir bersepakat dalam menafsirkan ayat ini, bahwa yang disebut dengan  (sittati ayyaamin) adalah enam tahapan atau proses bukan enam hari sebagaimana mengartikan kata ayyaamin.Pernyataan ini diperkuat pula oleh firman Allah SWT dalam  (QS. Fushshilat [41] :9-12 ) :

 قُلْ أَئِنَّكُمْ لَتَكْفُرُونَ بِالَّذِي خَلَقَ الْأَرْضَ فِي يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُونَ لَهُ أَنْدَادًا ذَلِكَ رَبُّ الْعَالَمِينَ (9) وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِنْ فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا فِي أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ سَوَاءً لِلسَّائِلِينَ (10) ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ ائْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ (11)فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَى فِي كُلِّ سَمَاءٍ أَمْرَهَا وَزَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظًا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ(12)

Artinya: “katakanlah, ‘sesungguhnya patutkah kamu semua ingkar kepada zat yangmenciptakan bumi dalam dua masa’. Dia menciptakan padanya gunung-gunung yang kokoh di atasnya, kemudian Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)-nya dalam empat masa. (penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih berupa kabut, lalu dia berkata kepadanyadan kepada bumi, ‘Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa’.Keduanya menjawab,’Kami datang dengan suka hati’.Maka dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa.Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.Dan kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan yang maha perkasa lagi Maha Mengetahui.”(QS. Fushshilat [41] :9-12 ) 
Begitulah Allah SWT menjelaskan kronologis penciptaan alam semesta. Dua masa untuk menciptakan langit sejak terbentuk  dukhan(campuran debudan gas), dua masa untuk menciptakan bumi, dan dua masa untukmemberkahi bumi.Selain itu tentang fase penciptaan alam semesta ini di jelaskan pula dalam (Q.S. An-Naazi’at [79] :27-32) :

أَأَنْتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ بَنَاهَا (27) رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا (28) وَأَغْطَشَ لَيْلَهَا وَأَخْرَجَ ضُحَاهَا (29) وَالْأَرْضَ بَعْدَ ذَلِكَ دَحَاهَا (30)أَخْرَجَ مِنْهَا مَاءَهَا وَمَرْعَاهَا (31) وَالْجِبَالَ أَرْسَاهَا (32)

Artinya: “Apakah kamu lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membinanya.Dia meninggikan bangunanya lalu menyempurnakannya dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. Ia memancarkan dari padanya mata air, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhanya. Dan gunung-gunung dipancarkan-Nya dengan teguh, (semua itu untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.”(Q.S. An-Naazi’at [79] :27-32)

Penjelasan di dalam hadits mengenai penciptaan langit dan Bumi dalam enam masa justru Bumi diciptakan terlebih dahulu pada hari Ahad sampai hari Rabu kemudian membangun langit pada hari Kamis dan Jum’at.

حدثنا أبو عبد الله الحافظ ، أنا أبو سعيد أحمد بن عمرو الأحمسي بالكوفة ، نا الحسين بن حميد بن الربيع ، نا هناد بن السري ، نا أبو بكر بن عياش ، عن أبي سعد ، عن عكرمة ، عن ابن عباس ، أن اليهود أتت النبي صلى الله عليه وسلم فسألت عن خلق السماوات والأرض فقال : « خلق الأرض يوم الأحد والإثنين ، وخلق الجبال يوم الثلاثاء وما فيهن من المنافع ، وخلق يوم الأربعاء الشجر والماء والمدائن والعمران والخراب ، فهذه أربعة ، فقال عز من قائل : ( قل أئنكم لتكفرون بالذي خلق الأرض في يومين وتجعلون له أندادا ذلك رب العالمين وجعل فيها رواسي من فوقها وبارك فيها وقدر فيها أقواتها في أربعة أيام سواء للسائلين)[2] ، وخلق يوم الخميس السماء ، وخلق يوم الجمعة النجوم والشمس والقمر والملائكة إلى ثلاث ساعات بقين منه ، فخلق في أول ساعة من هذه الثلاث الساعات الآجال حين يموت من مات ، وفي الثانية ألقى الآفة على كل شيء مما ينتفع به الناس ، وفي الثالثة آدم وأسكنه الجنة وأمر إبليس بالسجود له ، وأخرجه منها في آخر الساعة » . ثم قالت اليهود : ثم ماذا يا محمد ؟ قال : « ثم استوى على العرش » . قالوا : قد أصبت لو أتممت . قالوا : ثم استراح . قال : فغضب النبي صلى الله عليه وسلم غضبا شديدا ، فنزلت : ( ولقد خلقنا السماوات والأرض وما بينهما في ستة أيام وما مسنا من لغوب فاصبر على ما يقولون ) {الأسماء و الصفات للبيهقي (خلق الأرض يوم الأحد والإثنين ، وخلق الجبال2: 304)}[3]

Artinya : “Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah al-Hafidl, telah memberitakan kepada kami Abu Sa’id Ahmad bin ‘Amr al-Ahmasiy di Kufah, telah memberitakan kepada kami Husayn bin Humayd bin ar-Rabi’, telah memneritakan kepada kami hunad bin as-Suriy, telah mencceritakan kepada kami Abu Bakar bin ‘Iyas dari Abi Sa’iyd dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas. Sesungguhnya seorang Yahudi mendatangi Nabi S.A.W. lalu bertanya tentang penciptaan Langit dan Bumi kemudian Beliau bersabda: “ Allah menciptakan Bumi pada hari Ahad (pertama) dan Senin (kedua), dan menciptakan gunung dan isinya pada hari Selasa (ketiga), pada hari Rabu (keempat) Dia ciptakan Pohon, air, kota-kota, pemukiman, dan kharrab (lahan-lahan kosong), dan ini sudah empat hari. Maka yang Mahagagah berfirman: “Katakanlah, “Pantaskah kamu ingkar kepada Rab yang menciptakan Bumi dalam dua masa dan kamu adakan pula sekutu-sekutu bagi-Nya itulah Rab seluruh alam.”  Dan Dia ciptakan padanya gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dan kemudian Dia berkahi, dan Dia tentukan makanan-makanan (bagi penghuni)nya dalam empat masa, memadai untuk (memenuhi kebutuhan) mereka yang memerlukannya.” Dan Dia menciptakan langit pada hari Kamis(kelima).  Dan Dia menciptakan Bintang-bintang, Matahari, Bulan, dan Malaikat pada hari Jum’at sampai tiga waktu (fase) tahapan penciptaan-Nya, kemudian Dia menciptakan pada awal waktu (fase) dari tiga waktu (fase-fase) ini menentukan kisaran waktu kematian seseorang, dan  pada fase kedua memberi penyakit atas semua manfaat bagi manusia, dan pada fase ketiga menciptakan Adam dan menempatkan di surga dan memerintahkan iblis  sujud kepada Adam, dan keluarnya dari surga pada akhir fase.”. Kemudian orang Yahudi itu bertanya, “Lalu apa Wahai Muhammad?”. Nabi bersabda, “Kemudian Dia bersemayam di atas Arsy.”. Mereka mengatakan, “Jika aku telah selesai menyempurnakan.” Mereka berkata, “Kemudian istirahat.” dia berkata, maka Nabi S.A.W. marah dengan sangat marah. Maka turunlah ayat: (Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan,Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan … ) {asma dan mensifatinya baihaqi (Dia menciptakan bumi pada hari ahad dan senin dan dia menciptakan gunung 304:2)}.”Kemudian dijelaskan pula oleh hadits yang lain diterima dari sahabat Ibnu Abbas menyatakan bahwa setelah terjadinya Big Bang sehingga menyisakan lontaran materi yang disebut Dukhan (Nebula) di sinilah saat memulai penciptaan Bumi.

أخبرنا عبدوس بن الحسين قال : حدثنا أبو حاتم الرازي قال : حدثنا عبد الله بن صالح قال : حدثنا يحيى بن أيوب ، عن عبد الملك بن جريج ، عن عطاء بن أبي رباح ، عن ابن عباس ، رضي الله عنهما قال : « خلق الله ، عز وجل ، السموات من دخان ، ثم ابتدأ خلق الأرض يوم الأحد ويوم الإثنين ، فذلك قوله تعالى : قل أئنكم لتكفرون بالذي خلق الأرض في يومين[4] ثم قدر فيها أقواتها في يوم الثلاثاء ويوم الأربعاء ، فذلك قوله وقدر فيها أقواتها في أربعة أيام[5] الآية . ثم استوى إلى السماء وهي دخان فسمكها وزينها بالنجوم والشمس والقمر فأجراهما في فلكهما ، وخلق بها ما شاء من ملائكته وخلقه ، يوم الخميس ، وخلق الجنة في يوم الجمعة ، وخلق آدم في يوم الجمعة ، فذلك قوله : خلق السموات والأرض وما بينهما في ستة أيام[6] ، وسبت كل شيء يوم السبت ؛ فعظمت اليهود يوم السبت ، لأنه سبت[7] فيه كل شيء ، وعظمت النصارى يوم الأحد لأنه ابتدأ فيه خلق كل شيء ، وعظم المسلمون يوم الجمعة ، لأن الله ، عز وجل ، فرغ فيه من خلقه وخلق يوم الجمعة رحمته ، وجمع فيه آدم ، عليه السلام ، وفيه أهبط من الجنة إلى الأرض ، وفيه قبلت توبته وهي أعظمها »{التوحيد لابن منده (خلق الله ، عز وجل ، السموات من دخان 1: 76)}

Artinya : “Telah memberitakan kepada kami ‘Abdus bin Husayn ia berkata: “Telah menceritakan kepada kami Abu Hatim ar-Raziy” ia berkata: “Telah menceritakan kepada kami Abdulloh Bin Solih ia berkata:”Telah menceritakan kepada kami  Yahya bin Ayub dari ‘Abdul Malik bin Jurayj dari ‘Atha’ bin Abi Rabah dari Ibnu ‘Abbas semoga Allah meridhai kepada mereka berdua ia berkata: “Allah ‘Azza wa Jalla menciptakan langit dari dukhan (kabut/nebula) kemudian Dia memulai menciptakan Bumi pada hari Ahad (pertama) dan Senin (kedua). Sebagaimana firman Allah yang Mahatinggi: “katakanlah Muhammad, ‘sesungguhnya patutkah kamu semua ingkar kepada zat yang menciptakan bumi dalam dua masa’. Kemudian Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)-nyapada hari ketiga (Selasa) dan hari keempat (Rabu). Maka demikianlah firman-Nya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya pada empat masa al-ayat (Fushilat: 10).Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih berupa kabut maka Dia mendirikan dan menghiasi langit dengan Bintang-bintang, matahari, dan Bulan maka membuat keduanya pada garis edarnya. Dan Dia menciptakan dan penciptaan kehendak para malaikat-Nya dan ciptaan-Nya, pada hari Kamis, menciptakan surga pada hari Jumat, dan penciptaan Adam Jumat, katanya: penciptaan langit dan bumi dan di antara keduanya dalam enam hari, dan menyelesaikan (memutus )semuanya pada hari sabtu, maka orang yahudi mengagungkan hari sabtu, karena sesunggunyaterputus padanya segala sesuatu, dan orang nasrani mengagungkan hari ahad karena sesungguhnya memulai padanya penciptaan segala sesuatu, dan orang muslim mengagungkan hari jum’at, karena sesungguhnya Allah yang maha tinggi telah selesai penciptaan pada penciptaan dan menjadikan hari jum’at sebagai rahmatnya, dan menyatukan padanya adam alaihi salam, dan padanya mengeluarkan adam dari syurga menuju bumi, dan padanya menerima taubatnya, dan itulah yang maha agung.{tauhidibnu mundah (Allah yang maha tinggi menciptakan langit dari dukhan76:1)}”
Adapun kronologis penciptaan dalam Al-Qur’an adalah :

2.2.1 Masa pertama :

 (Q.S. AlAnbiya [21] :30)

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ     Artinya: “Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya…”(Q.S. AlAnbiya [21] :30)
            Ini dimulai dengan sebuah ldakan besar (bigbang) sekitar 12-20 miliar tahun lalu.Inilah awal terciptanya materi, energy, dan waktu. “Ledakan” pada hakikatnya adalah pengembangan ruang, sebagaimana di dalam al-qur’an Allah SWT menyebutkan :وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَArtinya: “ dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan Sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa (meluaskan).” (Q.S. Adz-dzariyat [51] : 47 )
Materi yang mula-mula terbentuk adalah hydrogen yang menjadi bahan dasar bagi bintang-bintang generasi pertama.Hasi fusi nuklir antara inti-inti hydrogen, meghasilkan unsure-unsur yang lebih berat, seperti karbon, oksigen, sampai besi atau disebut juga Nukleosintesis Big Bang.Nukleosintesis Big Bang terjadi pada tiga menit pertama penciptaan alam semesta dan bertanggung jawab atas banyak perbandingan kelimpahan 1H (protium), 2H (deuterium), 3He (helium-3), dan 4He (helium-4), di alam semesta.Meskipun 4He terus saja dihasilkan oleh mekanisme lainnya (seperti fusi bintang dan peluruhan alfa) dan jumlah jejak 1H terus saja dihasilkan oleh spalasi dan jenis-jenis khusus peluruhan radioaktif (pelepasan proton dan pelepasan neutron), sebagian besar massa isotop-isotop ini di alam semesta, dan semua kecuali jejak-jejak yang tidak signifikan dari 3He dan deuterium di alam semesta yang dihasilkan oleh proses langka seperti peluruhan kluster, dianggap dihasilkan di dalam proses Big Bang. Inti atom unsur-unsur ini, bersama-sama 7Li, dan 7Be diyakini terbentuk ketika alam semesta berumur 100 sampai 300 detik, setelah plasma kuarkgluon primordial membeku untuk membentuk proton dan neutron. Karena periode nukleosintesis Big Bang sangat singkat sebelum terhentikan oleh pengembangan dan pendinginan, tidak ada unsur yang lebih berat daripada litium yang dapat dibentuk.(Unsur-unsur terbentuk pada waktu ini adalah dalam keadaan plasma, dan tidak mendingin ke keadaan atom-atom netral hingga waktu lama).

2.2.2 Masa Kedua

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Artinya : “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu” (Q.S. Al-Baqarah [2] : 29)

Masa ini adalah pembentukan langit. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan langit ?, apakah kubah biru di atas sana ?

            Gambar 1 langit biruPengetahuan saat ini menunjukan bahwa langit biru hanyalah disebabkan hamburan cahaya matahari oleh partikel-partikel atmosfer. Di luar atmosfer langit biru tak ada lagi, yang ada hanyalah titik cahaya bintang , galaxy, dan benda-benda langit lainnya. Jadi, langit bukanlah hanya kubah biru yang ada di atas sana, melainkan keseluruhan yang ada di atas sana (bintang-bintang, galaxy, dan benda-benda langit lainnya), maka itulah hakikat langit yang sesungguhnya. Adapun dalam fase ini, pembentukan bintang-bintang di dalam galaxy yang masih berlangsung hingga saat ini.Dalam ayat lain Allah SWT menyebutkan

:ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ ائْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ

Artinya :“kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap,…” (Q.S. fushilat [41] :11 )

gambar 2 embrio bintangDukhan (debu-debu dan gas antar bintang (Q.S. fushilat [41] :11 ) pada proses pembentukan bintang, gas-gas itu berputar seperti cakram dan menjadi terpusat ditengah cakram. Gas tersebut berkumpul menjadi massa gas yang sengat besar yang mirip dengan gumpalan gas raksasa. Didalam gumpalan gas raksasa, gas terus bergerak dan bertabrakan. Akibatnya, tekanan dan suhu gas menjadi luar biasa panasnya.Suhu dan tekana yang tinggi ini menyebabkan gas saling bergabung.Proses pengganbungan gas akan menghasilkan energi panas yang sangat dahsyat. Bila inti panasnya telah cukup untuk memantik reaksi fusi nuklir, mulailah bintang bersinar.Kelak bila bintang mati dengan ledakan supernova, unsur-unsur berat hasil fusi nuklir akan dilepaskan. Selanjutnya, unsur-unsur berat sebagai materi antar bintang bersama dengan hydrogen akan menjadi bahan pembentuk bintang-bintang generasi berikutnya, termasuk planet-planetnya.Di dalam Al-Qur’an sendiri, penciptaaan langit kadang disebut sebelum penciptaan bumi dan kadang disebut sesudahnya karena prosesnya memang berlanjut hingga saat ini.Itulah dua masa penciptaan langit.dalam bahasa al-quran,Big bang dan pengembangan alam yang menjadikan galaksi-galaksi makin berjauhan ( makin “tinggi” menurut pengamat dibumi serta proses pembentukan bintang-bintang baru disebutkan sebagai penyempurnaan langit. Sebagaimana dalam Q.S An-Nazi’at [79] : 28

:رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا

Artinya :”Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,”

2.2.3 Masa ketiga

Pada masa ini dalam penciptaan alam semesta adalah proses penciptaan tata surya, termasuk bumi.Selain itu pada masa ini juga terjadi proses pembentukan matahari sekitar 4,6 miliar tahun lalu dan mulai di pancarkannya cahaya dan angin matahari. Proto-bumi (bayi bumi) yang telah terbentuk terus berotasi menghasilkan fenomena siang dan malam di bumi sebagaimana yang Allah SWT firmankan dengan indah :
وَأَغْطَشَ لَيْلَهَا وَأَخْرَجَ ضُحَاهَا

Artinya : “dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.” Q.S An-Nazi’at [79] : 29 

2.2.4 Masa keempat

Bumi yang terbentuk dari debu-debu antarbintang yang dingin mulai menghangat dengan pemanasan sinar matahari dan pemanasan dari dalam (endogenik) dari peluruhan unsure-unsur radioaktif di bawah kulit bumi.Akibat pemanasan endogenik itu materi di bawahkulit bumi menjadi lebu,antara lain muncul sebagai lava dari gunung api. Batuan basalt yang menjadi  dasar lautan dan granit yang menjadi batuan utama di daratan merupakan hasil pembekuan materi leburan tersebut. Pemadatan kulit bumiyang menjadi dasar lautan dan daratan itulah yang tampaknya dimaksudkan “penghamparan bumi” .sebagaimana Allah SWT berfirman :وَالْأَرْضَ بَعْدَ ذَلِكَ دَحَاهَاArtinya :“dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.”(Q.S. an-Naziat [79] :30)

gambar 3 bumi mendapat tumbukan besar yang melahirkan bumiMenurut analisis astronomis ,pada masa awal tatasurya, gumpalan-gumpalan sisa pembentukan tatasurya yang tidak menjadi planet  masih sangat banyak bertebaran. Salah satu gumpalan raksasa, 1/9 massa bumi,menabrak bumi menyebabkan lontaran materi yang kini menjadi bulan. Akibat tabrakan itu, sumbu rotasi bumi menjadi miring 23,5° dan atmosfer bumi lenyap. Atmosfer yang ada kini sebagian dihasilkan oleh proses-proses di bumi sendiri, sebagian lainnya dihasilkandari pecahan komet atau asteroid yang menumbuk bumi Menurut penulis senior Science Kristina Grifantini, terdapat kemungkinan, “Tabrakan-tabrakan yang terjadi inilah yang mengirim waduk air raksasa yang memenuhi bumi”.Untuk waktu yang lama, para astronom menduga, komet (potongan es dan batu dengan ekor panjang es yang menguap) yang memutari orbit sekitar mataharilah yang mengirimkan air ini. Namun, pengukuran jarak jauh air yang menguap dari beberapa komet utama yang ada (Halley, Hyakutake, dan Hale-Bopp) mengungkap, air es yang ada di komet itu terbuat dari berbagai jenis H2O (yang mengandung isotop lebih berat dari hidrogen) dari Bumi. . dari situlah komet yang komposisi terbesarnya adalah es air (20%massanya) diduga kuat merupakan sumber air bagi bumi karena rasio Deutorium/hydrogen (D/H) di komet hamper sama dengan rasio D/H pada air di bumi, sekitar 0,0002. Selain komet, kemungkinan lain mengatakan Wilayah tempat ratusan ribu asteroid yang mengorbit antara planet dalam dan luar ini diyakini oleh para astronom terlalu dekat dengan matahari untuk menjadi ‘rumah’ air. Namun, para astronom baru-baru ini menemukan bukti pertama es di asteroid 24 Themis.Penemuan asteroid es ini menunjukkan kemungkinan adanya jauh lebih banyak es di sabuk asteroid di luar dugaan semula.

2.2.5 Masa kelima

Hadirnya air dan atmosfer di bumi menjadi prasyarat terciptanya kehidupan di bumi. Sebagaimana firmanAllah SWT

:…وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

Artinya :“…dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup… “ (Q.S. al-anbiya [21] : 30 )

Profesor Masaru Emoto, peneliti Jepang dengan publikasi hasil penelitiannya berhasil membuktikan molekul air ternyata dapat dipengaruhi oleh pengertian-pengertian yang dibuat manusia. Teorinya tentang pengaruh ini diakui oleh lembaga-lembaga sains, fisika dan biologi. Profesor Emoto mengkaji banyak sampel dari air yang membentuk kristal dan membandingkan satu dengan lainnya. Eksperimen yang dilakukannya menggunakan sekitar 10 ribu sampel yang berhasil dikumpulkannya dan dipublikasikan dalam tiga jilid buku dengan judul “The Messages from Water”. Ia percaya kondisi lingkungan mempengaruhi kombinasi molekul air.Selain itu, pemanasan matahari menimbulkan fenomena cuaca dibumi, yakni awan dan halilintar. Melimpahnya air laut dan kondisi atmosfer purba yang kaya akan gas metan (CH4)dan ammonia (NH3) serta sama sekali tidak mengandung oksigenbebas dengan bantuan energy listrik dan halilintar diduga menjadi awal kelahiran senyawa organic.Senyawa organic yang mengikuti aliran air akhirnya tertumpuk di laut. Kehidupan diperkirakan bermula dari laut yang hangat sekitar 3,5 miliar tahun lalu berdasarkan fosil tertua yang pernah ditemukan. Sebagaimana dikembalikan pada surat Al Anbiya [21] ayat 30 yang telah menyebutkan bahwasannya semua makhluk hidup berasal dari air.

2.2.6 Masa Keenam

Masa keenam dalam proses penciptaan ala mini adalah dengan lahirnya kehidupan di bumi yang dimulai dari makhluk bersel tunggal dan tumbuh-tumbuhan.Hadirnya tumbuhan dan proses fotosintesis sekitar 2 miliar tahun lalu menyebabkan atmosfer mulai terisi dengan oksigen bebas. Pada masa ini pula proses geologis yang menyebabkan pergeseran lempengan tektonik dan lahirnya rantai pegunungan di bumi terus berlanjut.Tersedianya air, oksigen, tumbuhan, dan kelak hewan-hewan pada masa kelima dan keenam inilah yang sepertinya di maksudkan Allah SWT dengan memberkahi bumi dan menyediakan makanan bagi penghuninya sebagaimana di dalam firmannya yang  Artinya :  ” Ia memancarkan dari padanya mata air, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. Dan gunung-gunung dipancarkan-Nya dengan teguh untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu. (Q.S. An-Naazi’at [79] :31-33)

            Begitulah yang Allah SWT ungkapkan di dalam Al-Qur’an sebagai penutup kronologis dari penciptaan alam semesta.          

2.3 Asal Usul Penciptaan Alam Semesta Menurut Ilmu Astronomi

Astronomi, secara etimologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari astro (άστρο) yang berarti bintang dan nomos (νόμος) yang berarti peraturan/hukum. Secara terminologi ialah ilmu yang mempelajari asal-usul, evolusi, sifat fisik, dan kimiawi benda-benda yang bisa dilihat di langit (dan di luar bumi) – juga proses yang melibatkan mereka.

2.3.1 Teori-Teori Penciptaan Alam Semesta

Zaman dahulu kala, pengetahuan manusia mengenai alam semesta sangatlah terbatas. Peralatan untuk meneliti angkasa tidaklah secanggih sekarang. Karenanya, kadang kala manusia berpikir yang aneh-aneh tentang munculnya alam semesta.Berbagai percobaan, pengamatan, hingga perhitunganpun dilakukan, bahkan sampai saat ini. Adapun beberapa teori-teori yang menjelaskan tentang model-model penciptaan alam semesta diantaranya :

2.3.1.1 teori model  Alam Semesta Tak Hingga.

“alam semesta bukanlah sesuatu yang di ciptakan. Jika ia di ciptaka, ia sudah pasti diciptakan oleh tuhan dengan seketika dan dari ketiadaan,” begitulah yang ditulis seorang filosof materalis George Politzer (1860), dalam bukunya Principes Fondamentaux de Philosophie. 

           Model penciptaan ini adalah model penciptaan yang dikemukakan oleh kaum materalis yakni suatu kaum yang menganut materalisme (system berfikir yang meyakini materi sebagai satu-satunya keberadaan yang mutlak dan menolak keberadaan apapun selain materi termasuk menolak adanya tuhan)dan berkembang di abad ke-19.

            Model alam semesta tak hingga ini adalah suatu model penciptaan yang berpendapat bahwa alam semesta itu diam, luas tak tebatas, tak berkembang, dan kekal dari dulu sampai nanti.Selain menolak adanya awal (penciptaan) model ini pun menolak adanya akhir dari alam semesta (alam semesta tidak berawal dan tidak berakhir).Salah satu tokohnya adalah Karl Marx Politzer yang berpendapat “alam semesta tidak diciptakan dari ketiadaan,” ia berpijak pada model alam semesta statis.

2.3.1.2 teori model Big Bang

Big Bang merupakan model penciptaan alam semesta yang menerangkan bahwa alam semesta telah “diciptakan dari ketiadaan.” Edwin Hubble (1929) memulai penelitian  di observatorium Mount Wilson California, Amerika. Dia membuat salah satu penemuan terbesar di sepanjang sejarah astronomi. Ketika mengamati bintang-bintang dengan teleskop raksasa, ia menemukan bahwa mereka memancarkan cahaya merah sesuai dengan jaraknya. Hal ini berarti bahwa bintang-bintang ini “bergerak menjauhi” kita.Sebab, menurut hukum fisika yang diketahui, spektrum dari sumber cahaya yang sedang bergerak mendekati pengamat cenderung ke warna ungu, sedangkan yang menjauhi pengamat cenderung ke warna merah.Sebelumnya, Hubble telah membuat penemuan penting lain. Bintang dan galaksi bergerak tak hanya menjauhi kita, tapi juga menjauhi satu sama lain.Dari sini dapat disimpulkan dari suatu alam semesta di mana segala sesuatunya bergerak menjauhi satu sama lain adalah bahwa ia terus-menerus “mengembang”.Adapun arti mengembang, maka ini menunjukan bahwa pada awalnya ia berasal dari satu titik tunggal. Perhitungan menunjukkan bahwa “titik tunggal” ini yang berisi semua materi alam semesta haruslah memiliki “‘volume nol”, dan “kepadatan tak hingga”. Alam semesta telah terbentuk melalui ledakan titik tunggal bervolume nol ini.dan ledakan inilah yang disebut dengan Big Bang.Teori Big Bang menunjukkan, semua benda di alam semesta pada awalnya adalah satu wujud, dan kemudian terpisah-pisah. Ini diartikan bahwa keseluruhan materi diciptakan melalui Big Bang atau ledakan raksasa dari satu titik tunggal, dan membentuk alam semesta kini dengan cara pemisahan satu dari yang lain.

2.3.1.3 teori Model  Multiverse

            Model multiverse ini pertama kali di kemukakan oleh seorang astrofisika Paul Davies (2003) di dalam tulisannya yang berjudul A Brief History Of The Multiverse (Sejarah Singkat jagat Raya Jamak). Ia mengatakan:“Perhitungan jeli menempatkan kecepatan pengembangan ini sangat dekat pada angka kritis yang dengannya alam semesta akan terlepas dari gravitasinya dan mengembang selamanya. Sedikit lebih lambat dan alam ini akan runtuh, sedikit lebih cepat dan keseluruhan materi alam semesta sudah berhamburan sejak dulu. Jelasnya, Big Bang bukanlah sekedar ledakan zaman dulu, tapi ledakan yang terencana dengan sangat cermat“ Davies (2003:…..)
Selanjutnya Dia juga mengungkapan:“Adalah sulit menghindarkan kesan bahwa tatanan alam semesta sekarang, yang terlihat begitu sensitif terhadap perubahan angka sekecil apapun, telah direncanakan dengan sangat teliti. Kemunculan serentak angka-angka yang tampak ajaib ini, yang digunakan alam sebagai konstanta-konstanta dasarnya, pastilah menjadi bukti paling meyakinkan bagi keberadaan desain alam semesta.” Davies (2003: …)
Menurut teori ini, jagat raya (universe) yang kita tempati mungkin hanyalah satu dari sekiaan banyak jagat raya (universes) berjumlah tak hingga yang membentuk sebuah “jagat raya jamak” yang jauh lebih besar lagi yang dimanakan “multiverse” (kumpulan dari banyak “universe”, multi = banyak/jamak, uni =satu/tunggal).

            Teori ini diawali dengan perhitugan mengenai kecepatan pengembangan alam semesta yang sangat dekat dengan angka kritisyang dengannya alam semesta akan terlepas dari gravitasinya danmengembang selamanya. Sedikit lebih lambat dan alam ini akan runtuh, sedikit lebih cepat dan keseluruhan materi alam semesta ini sudah berhamburan sejak dulu. Dari sini ia jelas menyadari bahwa pengembangan alam semesta ini tidak mungkin jika tidak ada campur tangan dari tuhan yang di dalamnya terdapat tujuan dan  perancangan di alam semesta, dan teori ini ia buat untuk menentang akan keberadaan tuhan dan perangan tuhan itu (pemikiran kaum materalis). Dalam teori ini ia menyatakan bahwa perancangan di jagat raya adalah disaat awal terbentuknya jagat raya, seluruh variable, dari kecepatan ledakan Big Bang hingga kekuatan empat gaya fundamental , dari struktur unsur-unsur hingga struktur tata surya yang kita huni, benar-benar sesuai untuk menyangga kehidupan.

2.3.1.4 teori model steady-state

Model ini adalah model alam semesta tetap. Sir Fred Hoyle (1928)  menyatakan bahwa alam semesta tak hingga dan kekal sepanjang masa (alam semesta ini statis). Hal ini bertujuan mempertahankan paham Materalis.

2.3.1.5  Model penciptaan menurut Al-Qur’an

·         “Allah-lah  yang telah menciptakan langit dan bumi dan segala yang ada diantara keduanya dalam waktu enam hari, kemudian dia bersemayam di atas Arsy. Kamu semua tidak memiliki seorang penolong dan pemberi syafaat pun selain diri-Nya.Lalu, apakah kamu tidak memperhatikannya (Q.S. Al-Sajdah [32] :4 )·

         bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya…”(Q.S. AlAnbiya [21] :30)·

         kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap,…(Q.S. fushilat [41] :11 )Sebagaimana orang muslim dengan berlandaskan iman, dan berpegang teguh pada Qur’an dan Sunnah. Telah jelas di dalam Al-Qur’an yang telah dicantumkan oleh yang MahaCerdas, bahwasannya Alam Semesta diciptakandan alam semesta ini berkembang (tidak statis).Di sini  dapat kita tarik kesimpulan dengan merujuk pada teori Al-Qur’an, ketiga model penciptaan di atas (Model teori Alam Semesta Tak Hingga, Model Teori Multiverse, Model teori steady-state) berlawanan dengan Al-Qur’an, selain itu juga berlawanan dengan ilmu pengetahuan yang di yakini saat ini, sehingga teori-teori ini disebut dengan teori penciptaan yang runtuh.Adapun dengan model teori Big Bang, teori ini memiliki kesamaan dengan teori yang Allah SWT kronologiskan di dalam Al-Qu’an. Maka teori ini disebut dengan teori penciptaan yang dipertahankan.

2.3.2 Teori Penciptaan yang di Pertahankan

            Setelah meninjau pada Al-Qur’an  teori ledakan besar dan pengembangan alam semesta menjadi teori yang dipertahankan hingga saat ini.

 gambar 4 pengembangan alam semesta menurut fisikasumber: WIkipedia IndonesiaAdapun bukti-bukti dari model teori ini adalah terdapat beberapa bukti pengamatan langsung yang mendukung model Ledakan Dahsyat, yaitu pengembangan Hubble terpantau pada geseran merah galaksi yakti pergerakan bintang (menjauh dan mendekatnya sebuah bintang), pengukuran mendetail pada latar belakang mikrogelombang kosmis, kelimpahan unsur-unsur ringan, dan distribusi skala besar beserta evolusi galaksi yang diprediksikan terjadi karena pertumbuhan gravitasional struktur dalam teori standar. Keempat bukti ini kadang-kadang disebut “empat pilar teori Ledakan Dahsyat”..Selain itu bukti lain ditemukan oleh Arno Penzias dan Robert Wilson pada tahun 1965, dua peneliti ini dengan tidak sengaja berhasil menemukan gelombang radiasi, yang diyakini radiasi ini adalah radiasi peninggalan dari tahapan awal peristiwa Big Bang. Radiasi ini tidak terlihat memancar dari satu sumber tertentu, akan tetapi meliputi keseluruhan ruang angkasa. Radiasi ini pun disebut dengan “radiasi latar kosmik”.

gambar 5 radiasi latar belakang mikrogelombang kosmiksumber : Wikipedia indonesiaBukti penting lain bagi Big Beng adalah jumlah hydrogen dan helium di ruang angkasa. Dalam berbagai penelitian, diketahui bahwa konsentrasi hidrogen-helium di alam semesta bersesuaian dengan perhitungan teoritis konsentrasi hidrogen-helium sisa peninggalan peristiwa Big Bang. Jika alam semesta tak memiliki permulaan dan jika ia telah ada sejak dulu kala, maka unsur hidrogen ini seharusnya telah habis sama sekali dan berubah menjadi helium.Namun, yang perlu diperbaiki adalah dari pemikiran bahwa alam semesta ini meledak, karena yang sesungguhnya adalah alam semesta ini tidak meledak, dan tidak ada satupun yang dapat menemukan letak atau pusat ledakan itu terjadi. Pada dasarnya alam semesta ini mengalami pengembangan ruang dan waktu, dari satu titik yang kerapatannya tak terhingga dan bervolume nol, menjadi waktu nyata, dengan kecepatan yang sangat tepat oleh yang Maha Cerdas.Segala bukti meyakinkan ini menyebabkan teori Big Bang diterima oleh masyarakat ilmiah. Model Big Bang adalah titik terakhir yang dicapai ilmu pengetahuan tentang asal muasal alam semesta. Begitulah, alam semesta ini telah diciptakan oleh Allah Yang Maha Perkasa dengan sempurna tanpa cacat.Begitulah Allah SWT dengan ke-Maha Penciptaannya berfirman :“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihtatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang.” (Al-Mulk:3)

2.3.3 Teori Penciptaan yang Runtuh

Model teori Alam Semesta Tak Hingga, Model Teori Muultiverse,dan Model teori steady-state, adalah beberapa model teori yang runtuh, atau teori yang tidak dapat dipakai keabsahannya.Model-model ini dipandang sebagai teori yang tidak dapat di buktian secara ilmiah, selain itu para pemuka teori ini pun hanya mengumumkan teori saja tanpa memberikan bukti atau perhitungan. Tak hanya itu saja, parapemuka ini pun mengumumkan teori ini hanya untuk memuaskan ambisi dirinya saja dan hanya untuk mempertahankan paham atheis mereka (meteralis) .Seperti Prof George Abel dari Universitas California (salah satu yang mempercayai model teori steady-state) yang pada akhirnya harus mengakui kebenaran bahwa alam semesta ini mengembang dan tidak statis, setelah teori steady-state ditolak dimana-mana.     

BAB III

Kesimpulan dan Saran

3.1 Kesimpulan

            Setelah mengkaji tentang teori penciptaan alam semesta menurut Al-Qur’an dan Astronomi. Penulis menyadari bahwa ilmu pengetahuan dan Al-Qur’an adalah bagaikan dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan antara satu sama lainnya. Seperti yang penulis kutip dari seorang ilmuan besar Albert Einsten: ”religion without science is blind and science without religion is damage.” (Albert Einstein, 1960)

            Ilmu yang tidak disertai dengan agama akan hancur dan tumbang karena tidak adanya kekuatan iman. Sedangkan agama tanpa ilmu akan menjadi rusak karena akan dapat salah mengartikannya. Sebagaimana orang-orang materalis yang selalu menentang akan adanya penciptaan alam semesta. Ini merupakan contoh yang sangat signifikan jika ilmu pengetahuan tidak disertai dengan ajaran-ajaran agama. Untuk itu penulis dapat menyimpulkan bahwa :

1.      Kebenaran Al-Qur’an akan selalu terbukti sampai kapanpun.

2.      Alam semesta berasal dari ketiadaan dan kemudian menjadi ada, ( terjadi proses penciptaan) oleh Allah SWT

3.      Penciptaan alam semesta terjadi secara berproses (berkembang)sebagaimana yang telah Al-Qur’an jelaskan dan tidak statis (tetap).

4.      Penciptaan terjadi dalam enam masa, dua masa menciptakan langit (ledakan dan penciptaan langit), dua masa penciptaan bumi (penciptaan bumi (gunung) dan penyempurnaan bumi), dan dua masa untuk memberkahi bumi (adanya kehidupan dan menumbuhkan makanan untuk manusia)

5.      Al-Qur’an lebih dahulu  menceritakan tentang proses penciptaan alam semesta jauh sebelum ilmu pengetahuan mencapainya (sekitar abad 6) dan kini kebenaran Al-qur’an itu sudah dapat dibuktikan kebenarannya dengan adanya kecocokan dalam sains (abad-20).

6.      Ilmu dan agama akan selalu sejalan selaras bersamaan.

3.2 Saran-Saran

Perlu kiranya penulis memberikan saran sesuai permasalahan yang diangkat, adapun saran saran tersebut :

1.      Pentinnya mempelajari serta meneliti tentang pengetahuan umum, serta menyesuaikannya dengan sumber dari segala ilmu pengetahuan yakni Al-Qur’an, untuk ditafakuri salah satunya melalui penciptaan alam semesta.

2.      Perlu diingat bahwa karya tulis ini, baru sampai tahap memperbandingkan antara konsep wahyu dengan sains modern. Maka kepada yang berminat untuk melanjutkan kajian ini disarankan untuk dapat membuktikan lebih komprehensif lagi akan kebenaran wahyu, sesuai dengan fakta ilmiah di alam raya.  

التلخيص

العلم والدين موافق بعضه بعضا. فالعلم بغير دين يهلك لما ليس فيه الايمانوكذلك للعلوم الكونية، فان الله قد ارشد الناس في القرآن الى خلقه و صنعه دليلا على وجود الله و قدرته. فالعلم لا يجوز ان يجحد مقادرالله كما عزمه الماديون بعدم قدرة الله لانه ذلك ينفى صفة العلم و تعني التعقل و التفكر .فاذا تفكرنا وتعقلنا نعلم ان هذا العالم خلقه الله ولا يكون منفردا بدون خالق كما عزمه الماديون لان العالم له عملية و نمو ولا يكون بغتة يدل على وجود من يخلقه يعنى الله تعالى

Daftar Pustaka

·         Al-Qur’an dan Terjemah

·         Hadits Rosullullah

·         T.Djamaluddin, Menjelajahi keluasan Langit Menembus Kedalaman Al-Qur’an, khazanah Intelektual.2006.Bandung

·         Ensliklopedi islam, Mukjizat Al-Qur’an (Penciptaan Alam Semesta) , 2008. Jakarta.

·         Jamaluddin,T. (06,09,2010). Kontroversi hawking – Allah menciptakan semesta dengan caranya. Diunduh 28/5/2012, dari tdjamaludin.wordpress.com: : http://tjamauddin.wordpress.com , tersedia …

·         Andreas, (09/2006) . proses terbentuknya alam semesta. Diunduh 28/05/2012, dari bungabangsaku.blogspot.com : http://bungabangsaku.blogspot.com , tersedia ..

 ·         Nukleosintesis Big Bang. Diunduh 28/05/2012 dari Wikipedia.com : http://id.wikipedia.org/wiki/Nukleosintesis , tersedia …

·         Asal usul bintang. Diunduh pada 28/05/2012 dari: malhikdua.sch.id : http://malhikdua.sch.id/sainstech/asal-usul-bintang , tersedia …

·         Diunduh pada 28/05/2012 dari  : http://forum.nationalgeographic.co.id/topic.php?id=1961 , tersedia …·         Diunduh pada 28/05/2012 : http://id.wikipedia.org/wiki/Ledakan_Dahsyat , tersedia …

·         Temuan ilmiah terbaru dan Al-Qur’an. Diunduh pada 28/05/2012, dari :http://www.menyingkaprahasiaalamsemesta.com/6.htm , tersedia …

·         Tafsir depag online, diunduh pada 28/05/2012,http://c.1asphost.com/sibin/Alquran_Tafsir.asp?SuratKe=32 , tersedia …

·         Tafsir depag  online, diunduh pada 28/05/2012 :http://c.1asphost.com/sibin/Alquran_Tafsir.asp?pageno=3&SuratKe=18 , tersedia …

·         Tafsir depag online’ diunduh pada 28/05/2012 :http://ngajialquran.wordpress.com/2010/11/23/surat-al-baqarah-ayat-28-29/ , tersedia

·         Harun Yahya (Penciptaan Alam Semesta)·

         Alkitab (Bible) dalam Kitab Kejadian


[1]Software KBBI Offline 1.3

[2]سورة : فصلت آية رقم :9[3]Maktabah Syamilah

[4]Ibid.[5]سورة : فصلت آية رقم 10[6]سورة : الفرقان آية رقم 59[7]سبت : انقطع

Hallo ..

Nyoba beraniin diri buat nulis. Dulu suka banget nulis, entah di buku diary, status fb haha.. sekarang gak berani nulis. Ngerasa banyak pertimbangan. Mulai dari takut salah, takut ada yang sakit hati, berdalih menjaga ..

Memulai ini, pengen nyoba sharing .. hanya sekedar berbagi apa yang aku udah alami, juga mungkin sedikit opini ..

Silahkan diambil jika ada yang baik dari blog ini, jika ada yang kurang atau salah dengan senang hati penulis menerima kritik atau saran di kolom komentar.

Bantulah penulis untuk tumbuh, mari berproses bersama 🙂

Design a site like this with WordPress.com
Get started