Ramadhan Day-24

Konsep 1 : Rizki itu bahwa semua makhluk yang berakal maupun yang tidak berakal sudah ditentukan rizkinya.

“tidak ada satupun yang bergerak dimuka bumi ini kecuali Allah sudah menanggung rizkinya”

Rizki itu tidak melulu tentang uang, tapi bisa teman yang sholeh, tempat yang nyaman.

Saat manusia berusia 4 bulan maka di tiupkan runya beserta 4 takdir : 1. Takdir mengenai rizkinya 2.ajalnya 3. Amalnya 4.kecelakaan atau takdirnya

Konsep 2 : Setiap jiwa tidak akan mati sampai ia menghabiskan jatah rizkinya masing-masing.

Wahai sekalian manusia sesungguhnya tidak akan mati sampai selesai jatah rizkinya maka janganlah merasa terhambat rizkinya, ambillah rizki yang halal dan menjauhi yang haram.

Konsep 3 : Rizki adalah apa yang kita makan, apa yang kita manfaatkan.

Manusia selalu mengatakan hartaku, padahal hakikat dari hartamu adalah apa yang kamu makan sampai habis, yang kamu manfaatkan sampai rusak dan yang kamu sedekahkan hingga tersisa di hari akhir.

Konsep 4 : setiap harta kita akan dihisab oleh Allah.

Semua yang kita miliki akan dihisab oleh Allah di yaumil akhir.

“sesungguhnya kaum muhajirin yang miskin mereka mendahului masuk surga pada hari kiamat 40 tahun sebelum orang kaya”

Konsep 5 : setiap manusia prestasinya tidak diukur dari harta yang ia miliki, tapi dari seberapa banyak manfaat harta yang ia miliki

“manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain”


Tulisan ini diambil dari kajian subuh, jika terdapat kesalahan penulisan, penulis dengan senang hati menerima setiap kritik dan saran pada kolom komentar atau hubungi penulis pada kontak dibawah.

Ramadhan Day-23

Kebahagian bagi orang yang berpuasa ada 2 yang akan diraih yang pertama adalah ketika berbuka dan ketika kembali bertemu dengan rob nya

Ifthar atau berbuka ada 2 maksud, iftar harian dan iftar saat memasuki bulan syawal. Pada bulan ramadhan, para shooimun selalu menyambut waktu.

Kegembiraan pada orang bershaum akan berbeda dengan orang yang hanya ikut2an saja, karena kebahagian itu hanya diberikan pada orang2 yang shaum.

Yang kedua adalah saat bertemu dengan Allah.

Gambaran sholat ied, adalah gambaran bagaimana di padang mahsyar. Akan terlihat wajah2 berseri dan bahagia.

Pembelajaran saat ramadhan :

1. Shabar. Sejauh mana hati ini lapang dan menerima setiap ketentuan Allah. Sejauh mana kita sabar, sabar saat menjalankan perintah-perintah Allah.

Barang siapa yang melaksanakan shaum dengan menyerahkan hisabnya, Allah akan memberi ampunan atas dosa2 yang dilakukan sebelumnya.

2. Shidiq /Jujur . Kejujuran itu akan membawa pada kebaikan. Dan kebaikan akan membawa kita ke surga.

3. Al-qoonitun / memurnikan ketaatan (sungguh-sungguh).

Al-munfikiin. Membuang semua sifat bakhil, mendustakan akhirat. Keluar dari sifay kikir.

4. Kebergantungan diri pada Allah. Menyadari bahwa diri ini penuh dosa, membutuhkan pertolongan dan ampunan dari Allah.


Tulisan ini diambil dari kajian subuh, jika terdapat kesalahan penulisan, penulis dengan senang hati menerima setiap kritik dan saran pada kolom komentar atau hubungi penulis pada kontak dibawah.

Ramadhan Day-22

Al-Qosos : 77

Visi dan Misi hidup kita di dunia. Banyak yg terbalik antara teori Allah, dan teori yang dilaksanakan oleh kita.

Banyak kalimat indallahu husnul ma’ab, wa ilaihi roojiuun, semua kalimat menunjukkan akhir dari hidup atau terminal kehidupan adalah pada Allah.

Kematian itu adalah sebuah kepastian.

“Carilah oleh kalian dari apa2 yang sudah Allah berikan dari kebahagian, keselamatan saat kembali ke tempat asal”. Menggunakan bahasa mudik (pulang kampung) karena sesungguhnya kita berasal dari Allah, dan akan kembali kepada Allah. Akhirat adalah kehidupan akhir yang abadi. Maka carilah di dunia bekal, untuk kebahagiaan saat kembali ke tempat asal.

Maka bagaimana kita berfikir untuk terus menambah bekal walau perilaku itu tidak dikerjakan kembali. teori Pasif income pahala.

Belajar dari Umar Bin Khattab , beliau masuk islam diusia 40 tahun. Setelah islam di syiarkan oleh Rasulullah 4 tahun. Masa keislaman umar bin Khattab hingga meninggal adalah 23 tahun.

lurus .. lurus dalam penghambaan pada Allah. Fokus, fokus dalam membela agama Allah.

Jangan engkau lupakan bagian mu dalam urusan dunia. Dalam peperangan ghanimah dihalalkannoleh Allah, dan menjadi bekal untuk kehidupan dunia. Namun saat berperang mengharapkan ghanimah maka Allah hinakan ia seketika itu juga.

Di dunia itu waktu untuk menebar bibit. Dan akhirat adalah waktu untuk memanen. Memetik buah dari sebuah ketaatan di dunia.

Berbuat baiklah, sebagaimana Allah telah berbuat baik kepada kita di bumi.


Tulisan ini diambil dari kajian subuh, jika terdapat kesalahan penulisan, penulis dengan senang hati menerima setiap kritik dan saran pada kolom komentar atau hubungi penulis pada kontak dibawah.

Ramadhan Day-21

4 kriteria orang yang dirindukan oleh surga :

1. Orang yang membaca Al-Qur’an setiap hari. Yaitu ayat-ayat yang Allah kehendaki

2. Orang yang menjaga lisan. Bukan berarti diam, tapi tetap melakukan silaturahmi dengan ucapan yang baik.

3. Orang yang memberi makan orang yang beriman.

4. Orang yang shaum Ramdhan.


Tulisan ini diambil dari kajian subuh, jika terdapat kesalahan penulisan, penulis dengan senang hati menerima setiap kritik dan saran pada kolom komentar atau hubungi penulis pada kontak dibawah.

Ramadhan Day-20

Allah berfirman : “Qod Aflahal Mu’minuun” – sungguh telah beruntung orang-orang yang beriman- (Al-Mu’Minun : 1)

Aflah berasal dari kata Falah (Falahun) -kemenangan, kebahagian- sebagaimana dalam adzan (hayya ‘alal falaah -marilah menuju kemenangan)

Al-mu’minun ayat 1 : janji Allah pada orang yang telah berusaha dalam kebaikan.

Aflah : tujuan seperti apa yang ingin dicapai oleh mu’min itu. Dan sewajarnya tujuan seorang mu’min itu adalah surga firdaus.

Kriteria2 untuk mencapai Aflah sebagai pewaris surga firdaus adalah :

1. Mampu khusyu dalam sholat. khusyu adalah ketundukan dan ketaatan yang dibarengi dengan rasa takut pada Allah. Dengan harapan akan bertemu kelak dengan Allah. Orang yang khusyu dalam sholat maka akan berhasil dalam urusan dunianya.

2. Orang yang menjauhi perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat / sendagurau.

3. Menunaikan zakat. Zakat disini bukan hanya zakat fitrah, tapi semua zakat setiap hari.

4. Orang yang dititipi Rizqi dan memberikan hak orang lain yang dititipkan.

5. Orang yang mampu menahan syahwatnya dari farjinya.

6. Orang-orang yang melaksanakan amanat2 nya.

7. Orang yang menjaga seluruh sholatnya dan dampak dari sholatnya itu. Terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari.


Tulisan ini diambil dari kajian subuh, jika terdapat kesalahan penulisan, penulis dengan senang hati menerima setiap kritik dan saran pada kolom komentar atau hubungi penulis pada kontak dibawah.

Ramadhan Day-19

Syetan adalah makhluk Allah yang membuat kesalahan dan melakukan penyesalan dengan menyesatkan orang lain

Dan kelompok kedua adalah yang melakukan kesalahan namun memohon ampunan ke Allah, yaitu manusia.

Bulan ramadhan ini menjadi wadah bulan untuk memahami karakterikstik insaniah kita sebagai manusia untuk kembali kepada fitrah kita sebagai manusia, sebagai hamba Allah

Dalam ayat Al-Qur’an dikatan : bagaimana syetan tidak mau sujud pada Adam, dan itu adalah sebuah kekufuran.

Bijak dalam mempelajari Al-Qur’an buksn untuk menghantam orang lsin, tapi untuk mengukur kadar kemunafikan dalam diri kita.

Titik tolak suatu kekufuran adalah pengingkaran dari perintah Allah, sebagaimana yang dilakukan oleh iblis.

Yang menghalangi iblis untuk sujud adalah karena ia merasa lebih baik dari Adam, iblis diciptakan Allah dari api, sedangkan adam dari tanah. Adanya kesombongan dari iblis. Kesombongan ini yang membuat penolakan atas perintah Allah.

Ketika iblis ditegur oleh Allah dengan teguran yang keras, dan diturunkan dari surga. Alasannya adalah karena surga tidak pantas diisi oleh orang yang merasa sombong.

Rasulullah : tidak akan masuk ke surga selama di dalam dirinya ada nilai-nilao kesombongan walaupun hanya sedikit.

Sombong adalah penolakan atas nilai-nilai kebenaran. Sikap penolakan atau sikap merasa diri lebih baik dari orang lain dan menganggap rendah orang lain


Tulisan ini diambil dari kajian subuh, jika terdapat kesalahan penulisan, penulis dengan senang hati menerima setiap kritik dan saran pada kolom komentar atau hubungi penulis pada kontak dibawah.

Ramadhan Day-18

Iyyaka na’budu wa iyya kannas ta’iin.

Iyya ka mengandung arti hanya pada Allah, benar-benar hanya kepada Allah. Beribadah secara ihsan (ibarat engkau melihat Allah dalam ibadah, jika engkau tidak melihat Allah, bahwasannya Allah melihat kamu).

na’budu, menurut para ulama, menggunakan dhomir nahnu karena sedang berhadapan dengan Allah zat yang Maha kuasa, maka dhomir nahnu sebagai bentuk merendahkan diri dihadapan Allah

Lanjutan : kami beribadah dan kami menyembah

Memurnikan keihklasan dan ketaatan dalam beribadah sangat penting. Bisa saja, ibadah kita belum diterima karena masih belum murni pada Allah.

Menurut tafsir Ar-Razi kenapa kita harus meminta kepada Allah, karena kita ini makhluk yang dhaif yang tidak mampu mengatasi diri sendiri dalam menghadapi godaan syetan.

Ada tempat2 masuknya syetan pada diri kita:

1. Syahwat (keinginan)

2. Al-ghodobu (marah)

3. Al hawau (hawa nafsu)

Antara muslim dengan muslim yang lain kal jasaadil wahid, seperti diri yang satu. Watawashoubil haq, watawashobish shobt, watawa shoubil marhamah.


Tulisan ini diambil dari kajian subuh, jika terdapat kesalahan penulisan, penulis dengan senang hati menerima setiap kritik dan saran pada kolom komentar atau hubungi penulis pada kontak dibawah.

Ramadhan Day-17

Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan sebagai petunjuk untuk membedakan mana yang hak dan mana yang bathil.

Bulan ramadhan adalan bulan pendidikan, bulan hisab diri kita, dan bulan permohonan pada Allah.

Seorang sahabat bernama Wadiah bin tsabit, menceritakan tentang sahabat-sahabat dalam menyikapi Al-Qur’an itu selalu tidak lepas dengan candaan atau gurauan. Saat Allah menurunkan perintah berperang pada Raja Romawi, muslim merasa takut dan pesimis, lalu mereka membalas dengan senda gurau, maka Allah ada yg mengazabnya dan ada juga yang Allah maafkan.

Ancaman itu membuat para sahabat takut dan bertaubat dengan sungguh-sungguh.

Al-Qur’an turun bukan untuk mengancam orang lain, tapi untuk diri kita sendiri, untuk mengingatkan kita.

Sampai sejauh mana pengabdian diri kita dan nilai-nilai pertobatan kita ? Sudahkan segigih sahabat ? Atau masih sibuk dengan duniawi ?

Bercerminlah dari para sahabat, walau tidak bisa menyamai setidaknya kita dapat sesikap dalam pengabdian kepada Allah.

Masiih ibnu humair : “Ya Allah jadikan aku sebagai syuhada, yang berperang dijalan Allah, dan matikan aku sebagai syuhada dan tidak diketahui oleh siapapun.” Dan Allah menemui ia pada keinginannya, sebagai bukti diterima taubat.

Orang yang selalu bersenda gurau atas perintah Allah, maka Allah berfirman janganlah kamu meminta maaf, sesungguhnya kamu telah kafir setelah beriman.

Berkomitmen dengan sebenar-benarnya sebagai orang yang bertaubat di jalan Allah.

Tempatkanlah takut pada yang semestinya, takut pada Allah.


Tulisan ini diambil dari kajian subuh, jika terdapat kesalahan penulisan, penulis dengan senang hati menerima setiap kritik dan saran pada kolom komentar atau hubungi penulis pada kontak dibawah.

Ramadhan Day-16

Salah satu mukjizat Nabi SAW dapat memprediksi masa depan yang dibimbing oleh wahyu (bukan ramalan).

Dalam suatu hadits dikatakan : Akan ada satu zaman , pemimpinnya akan seperti singa, mentri seperti anjing hutan ulama seperti anjing dan rakyatnya seperti domba,-

Bagaimana menurut para sahabat jika domba berada di lingkungan singa, srigala dan anjing ?.

Maka Rosul memberikan solusi, maka kamu harus diam di kumpulan jam’iyyah (agar kuat).


Tulisan ini diambil dari kajian subuh, jika terdapat kesalahan penulisan, penulis dengan senang hati menerima setiap kritik dan saran pada kolom komentar atau hubungi penulis pada kontak dibawah.

Ramadhan Day-15

Al-Baqoroh [2] : 188

Di awal rangkaian ayat shaum, Allah memerintahkan untuk menahan makan, tetapi di akhir ayat dalam shaum justru Allah memerintahkan untuk makan.

Janganlah kalian saling memakan harta2 diantara kalian dengan cara yabg bathil, ini dalah ayat larangan namun hakikat dari ayat ini adalah perintah.

Dalam shaum ini, menjadi sebuah pelajaran untuk saling berbagi rezeki dengan jalan yang tidak bathil. Contoh kasus dalam rejeki yang batil adalah :

Dalam islam mengajarkan kita untuk tertib administraai, contohnya dalam pencatatan hutang piutang (contoh dalam tafsir ibnu katsir). Seorang memiliki utang namun antara yg diutangbdan yg memiliki utang tidak memiliki bukti / tidak ada pencatatan. Maka yang mengutangkan melaporkan pada hakim, namun yang satunya berdalih karena tidak memiliki bukti. Maka hakim pun memenangkan orang yang berutang. Karena tidak ada bukti yang sah.

Maka jadikan momen ramadhan ini untuk pembelajaran menahan hawa nafsu dan memanaj kembali diri. Karena shaum itu tidak saja melarang yang haram, namun mengharamkan juga beberapa yang halal.

Menjadikan pendidikan untuk menjadi muslim yang paripurna, agar seorang yang shaum menjadi hamba yang bertakwa, kemudian menjadi yang berilmu, menjadi pandai bersyukur, mendapat tuntunan dari Allah, supaya menjadi orang-orang yang bertakwa, diulang kembali menjadi orang yang berilmu. Ada dua pengulangan, di perkara ilmu dan takwa.

Yaitu ilmu yang ditubtun oleh Allah untuk memdekatkan diri pada Allah.


Tulisan ini diambil dari kajian subuh, jika terdapat kesalahan penulisan, penulis dengan senang hati menerima setiap kritik dan saran pada kolom komentar atau hubungi penulis pada kontak dibawah.

Design a site like this with WordPress.com
Get started