All About HS-Part 2

jadi, setelah kita mengenal bahwa HS ini bukan hanya sekedar tentang sekolah, tapi tentang pendidikan keluarga dan keterlibatan orang tua didalamnya.

terus bagaimana pendidikan ini terus berlangsung ?

di Part 2 ini, gita mau cerita tentang beberapa keluarga yang memutuskan anaknya untuk melaksanakan pendidikannya di rumah yang ditangani langsung oleh kedua orangtuanya.

  1. Keluarga Teh Insania Zakiyah

Teh insania atau akrab di sapa teh Nia, memutuskan kedua anak pertamanya untuk HS karena merasa tidak cocok dengan pendidikan yang ada. Teh Nia mengusung kurikulum di keluarganya antara lain ada Sohhibul Qur’an yaitu kurikulum menjadi sahabat Al-Qur’an. Karena ini dijadikan kurikulum maka segala pembelajaran dikembalikan kesini. ada juga jadwal seperti tadabur Qur’an setiap habis subuh, dan ini wajib sifatnya.

Teh Nia juga kurang setuju dengan sistem mondok yang ada dipesantren, kenapa ? Karena Teh Nia ingin anak-anaknya dapat berkontribusi di masyarakat sekitar. dan menurut Teh Nia mondok menjadi tidak sesuai dengan kurikulumnya. Tapi, di usia … (maaf lupa) harus merelakan anaknya mondok untuk menempuh pendidikan Tahfidz (atas dasar keinginan anaknya).

hemm.. sebenarnya, satu yang paling menyentil dari prinsip yang dipegang oleh Teh Nia dan sekeluarga adalah : mengembalikan peran ayah sebagai pemegang keputusan, tidak memutuskan dahulu sebelum sang ayah mengetuk palu. Selanjutnya adalah menyertakan Allah dalam segala sesuatu. Disini teh Nia mengajarkan tawakal yang kuat dalam mendidik anak. Maasyaa Allah..

terus legalitasnya gimana untuk ijazah ?

untuk ijazah, ada beberapa solusi yang ditawarkan. anak pertama teh Nia menggunakan fasilitas sekolah payung. sekolah payung ini adalah sekolah Formal namun untuk pembelajaran bisa dikembalikan kepada keluarga. tapi untuk anak kedua, teh nia menggunakan fasilitas kesetaraan atau paket yang ada di PKBM karena gagal mendapatkan sekolah payung.

Untuk pelajaran saat ujian gimana ?

bisa dikebut ko .. karena pada dasarnya anaknya sudah siap. jadi saat dikenalkan pada pelajaran akademis anak lebih mudah mencerna.

Disini mengingatkan pada Fitrah anak, yaitu Fitrah belajar yang harus ditumbuhkan sebelum usia 7 tahun. maka saat usia 7 tahun anak sudah siap. siap secara mental.

Bersambung …“`~~~~

mohon maaf jika ada kesalahan, sangat terbuka untuk kritik dan saran ^^

All About HS – Part 1

Alhamdulillah, bulan ini dan beberapa bulan kedepan dipercaya buat gabung ke tim Pendampingan Home Schooling White Bee.

White Bee sendiri menurut gita, seperti sekolah idealis. Kenapa idealis ? Karena white bee ini mengusung kurikulum akil baligh yang bersumber pada Qur’an dan sunnah.

Cerita tentang program ini sendiri, program ini bertujuan untuk mendampingi para orang tua yang memilih untuk menempuh pendidikan homeschooling. Ada juga yang sekedar ingin tau aja.

Yang perlu di garis bawahi, homeschooling itu bukan memindahkan sekolah ke rumah. Nah disini banyak yang keliru.

Berbicara tentang homeschooling itu tentang pendidikan keluarga. Dimana ibu sebagai guru utama dan ayah sebagai kepala sekolahnya. Terus apa aja yang dipelajari ? (Nanti di part 2 ya) ^^

Disini juga diajari bahwa, sekolah adalah pilihan, bukan kewajiban. Kewajiban anak bahkan orang dewasa adalah belajar. Nah medianya mau menggunakan apa, dikembalikan pada kesepakatan keluarga.

Makanya, perlu sekali adanya kesepakan pembagian peran antara ayah dan bunda. Kalau disini, saat Firdaus Ark Hometeam menjelaskan pembagian peran dengan perbandingan 70:30.

Untuk ketegasan, ayah 70% ibu 30%

Untuk cinta, ibu 70% dan ayah 30%

Dan lain-lain.

Kenapa harus gitu ? Karena ini akan menyangkut pada fitrah anak yang akan di bentuk kelak.

Disini juga dijelaskan bahwa anak itu tidak terlahir seperti kertas putih kosong. Tapi .. anak terlahir dengan membawa fitrahnya. Orang tua nya yang kadang menghilangkan atau memutus fitrah itu.

Gunakan konsep inside out bukan outside in. Yaitu kita menggali dan membangkitkan fitrah dan bakat yang sudah dimiliki.

….. Bersambung ke part 2

tumbuh~

ternyata, gak cuma liat bunga yang lagi mekar aja yang bisa bikin kita bahagia. tapi liat tunas disekitarnya mulai muncul dan siap tumbuh itu jauh bikin lebih bahagia ..

ternyata bener, memimpin itu bukan hanya tentang bagaimana membuat strategi yang oke, memperhitungkan income, pemasaran, produksi, apapun itu .. tapi memimpin itu tentang menyiapkan pemimpin selanjutnya.

jangan sampai meninggalkan generasi yang lemah~

gitu kata pepatah.

Memaafkan diri~

Foto : dokumen pribadi

Mumpung masih bulan syawal, bulan ini selalu dibuka dengan permohonan maaf,

Kata-kata permohonan maaf bertebaran dari mana-mana. Sebenarnya, fahamkah kita dengan makna maaf ?

Padahal, maaf ini adalah kata kerja, yang berarti memiliki dampak (Akibat) setelahnya. Semoga permohonan ini tidak hanya sekedar ajang atau momen. Tapi lantas bermakna dan berdampak.

Terkadang, kita suka lupa untuk memohon maaf pada diri sendiri. udah bilang maaf sama diri sendiri ?

Maaf karena sering gak percaya sama kapasitas diri. Maaf karena sering membandingkan dengan orang lain. Maaf karena lalai mensyukuri nikmat diri. Maaf karena tidak optimal dalam mengupayakan. Maaf karena mudah lelah dan menyerah.

Maaf karena terkadang lupa akan hakikat diri sebagai hamba Allah,

Terkadang, tak butuh orang lain untuk membuat kita sakit hati. Bahkan diri sendiri saja bisa~

Ramadhan Day-30

Qod Aflahal mantazakka, wazakarosma mantasholla.

Tafsir Qurtubi :

Qod Aflaha : menurut ibnu abas, aflah adalah kejadian atau keadaan yang kekal di surga, bagi orang yang mensucikan dirinya dari syirik dengan keimanan maka janji Allah, akan ditempatkan kekal di surga.

Zakat fitrah sebagai pembersih sebagai orang yang shaum, dari perbuatan-perbuatan yang tidak berguna (lagwun) selama shaum.

Tazakka : pensucian nilai2 i’tiqodiah.

Maka dalam ayat ini, bukan hanya tentang hari raya idul fitri, tapi bahwa setiap amal kebaikan yg murni maka ada balasan di sisi Allah.

Menurut tafsir lain, tazakka adalah amalan2 sholeh lainnya tidak terkait pada zakat.

Mari bercermin, berrefleksi pada diri. Bagaimana kabar iman ? Bagaimana kabar hati ? Masihkah Allah jadi tujuan ?

Ramadhan Day-29

Ali-Imran [3] : 200

Wahai orang2 yang beriman, kamu harus sabar dan menguatkan kesabaran, dan berjaga-jaga, semuanya itu untuk menjumpai ketakwaan, agar kamu ….

Roobitoh : berdiam diri (diam sebelum ada perintah untuk bergerak), orangnya disebut muroobitoh. Tugasnya adalah untuk berjaga dalam menjaga keselamatan.

Dalam hadits Ribath juga diartikan diam dalam kebaikan, seperti berwudu/sholat saat sedang berjualan, saat sibuk.

Ibadah itu dimulai dari mendidik diri menghilangkan terpaksa dari keterpaksaan.

Islam = salama (selamat) , islamlah maka kau akan selamat

Iman = aamanu (aman), berimanlah maka kau akan aman

Islam mengandung arti syariah (dokrin ilahiyah/paksaan dari Allah).

2. Ribath : orang yang banyak melangkahkan kakinya ke mesjid untuk memenuhi panggilan Allah.

3. dalam artian lain, adanya keterkaitan hati atas perintah Allah.

Sabar : pembuka pintu surga Allah,


Tulisan ini diambil dari kajian subuh, jika terdapat kesalahan penulisan, penulis dengan senang hati menerima setiap kritik dan saran pada kolom komentar atau hubungi penulis pada kontak dibawah.

Ramadhan Day-28

Innaddiina indallahil islam.

Ramadhan harus dijadikan tolak ukur sejauh mana penghambaan kita kepada Allah. Tidak ada agama lain yg diridhoi oleh Allah kecuali islam.

Manusia di akhir zaman akan merasa dimana orang-orang yang sabar itu bagai sedang memegang bara api.

Muhasabah : seharusnya, mencontoh pada sejarah, Bagaimana masjid menjadi pusat peradaban islam. Dari masjid, umat tumbuh.

Fitrah : manusia berada dalam ajaran, dalam pengakuan, dalam syahadatnya, dalam agama islam.

Ancaman akidah : porsi rasa takut kepada Allah bergeser menjadi takut pada makhluk. Dimana sulitnya dalam menegakkan ibadah. Syiar islam dipersulit.

Sadari : kita berada di akhir zaman, tetapkan Allah di hati kita. Jangan sampai islam semakin terkikis. Contoh : keislaman di Andalusia, Alhambra, daerah yang ditaklukan islam, namun seiring dengan zaman islam semakin terkikis. Akankah anak cucu kita kelak masih mengenal islam ?


Tulisan ini diambil dari kajian subuh, jika terdapat kesalahan penulisan, penulis dengan senang hati menerima setiap kritik dan saran pada kolom komentar atau hubungi penulis pada kontak dibawah.

Ramadhan Day-27

Istilah zakat fitri di sandarkan pada buka dalam shaum.

Rosul sudah memfardukan zakat fitrah satu sho dari kurma atau gandum/tepung. Yaitu hamba, orang yang merdeka, laki-laki dan oeremouan, kecil dan besar dari umat muslim. Dan diperintahkan melaksanakannya untuk membagikan sebelum manusia keluar menuju sholat ied.

Sebagian mengatakan bahwa shodaqoh itu hukumnya sunnah (shodaqotul fitri termasuk shodaqoh) tapi menurut hadits bukhari ini sudah masuk ke zakat bukan lagi shodaqoh.

Adanya nasih dan mansuh shodaqoh dimansuh dengan zakat. Ulama mutaakhirin secara ijma hingga sekarang mengatakan bahwa ini wajib.

Fungsi dari zakat fitrah ini adalah untuk mencukupi kebutuhan fakir miskin, agar tidak kesulitan mencari nafkahnya. Maka tidak sesuai dengan kebermanfaatan jika zakat fitrah diharuskan dengan kurma/gandum sesuai konteks hadits.

Zakat ini, menandai sebagai rasa syukur atas fitriah huriah (kebahagian naluri).

Maka dari itu, kurma dan gandum tidak menjadi ketentuan mutlak jenis zakatnya. Tapi yang menjadi acuan itu takarannya.

1 sho itungannya seperti 4 mud madinah kurang lebih 2,5kg maka ukuran 2,5kg adalah ijtihad ulama.


Tulisan ini diambil dari kajian subuh, jika terdapat kesalahan penulisan, penulis dengan senang hati menerima setiap kritik dan saran pada kolom komentar atau hubungi penulis pada kontak dibawah.

Ramadhan Day-26

8 asnaf dalam zakat, 4 golongan asnaf yang kedua ini tidak terikat oleh waktu dalam pembagiannya.

5. Fiisabiilillah : yang berjuang di jalan Allah dan tidak menerima gaji dari pemerintah, maksudnya adalah tidak hanya orang perorang tapi kepada lembaga yang dapat memanage keuangan dalam kebaikan (pembagiannya tidak terikat oleh waktu sebelum sholat ied)

Contoh : asatidz, atau lembaga yang mengurus di jalan Allah

6. Ibnu sabil : kehabisan bekal dalam perjalanan.

7. Ghorimin : orang yang menangung suatu tangungan atau menjamin suatu hutang sehingga ia habis hartanya atau tenggelam dalam hutangnya, atau yang berhutang untuk maksiat tapi ia bertaubat. Allahumma inni a’udzubika minal aktsani wal ghorimi (dari berbuat dosa dan hutang).

Sesungguhnya meminta itu tidak halal, kecuali : 1. Laik-laki yang menanggung hutang kemudian menahan diri dari meminta-minta, 2. Seorang laki2 yang mendapat musibah hingga habis hartanya. 3. Seorang laki-laki yang jatuh miskin sehingga ada yang orang yg berakal bersaksi bahwa ia jatuh miskin

Dalam islam, hutang itu harus putus. Jika tidak bisa melunasi, maka boleh diambil hartanya.

8. Riqoob : budak. Budak : jiwa yang dimiliki oleh seseorang sehingga halal dirinya bagi majikannya. Tapi sudah di hapus hukum perbudakan oleh Allah.

Zakat tidak habis semuanya, yang habis itu yang di posisikan sebagai pemilik mutlak, tapi untuk post managerial yg di awali dengan fii (fiisabiilillah) jangan habis. Tapi kalaupun habis tidak masalah.

3 macam orang yang pasti Allah menolong atasnya : orang yang berjuang di jalan Allah, mukatab (budak) yang hendak melunasi perbudakan dirinya, orang yang menikah untuk menyelamatkan dirinya dan kehormatannya dari kemaluannya.


Tulisan ini diambil dari kajian subuh, jika terdapat kesalahan penulisan, penulis dengan senang hati menerima setiap kritik dan saran pada kolom komentar atau hubungi penulis pada kontak dibawah.

Ramadhan Day-25

Zakat adalah bagian dari rukun islam. Secara lughowi zakat bisa berarti pembersih, bisa juga diartikan sebagai tumbuh. Maka zakat itu sebagai sarana pembersihan diri atas rizki yang diberikan Allah. Juga sebagai management keuangan untuk bertumbuh, maka tunaikan zakatnya.

Zakat adalah sebuah penambahan rizki. “Barang siapa yang memberikan satu nilai kebaikan maka akan menggantikan dengan minimal 10kali kebaikan, bahkan dalam konteks lain berkali-kali.

Zakat adalah shodaqoh (shodaqo : telah berbuat baik, atau telah berbuat jujur)

Dalam rizki kita ada hak orang lain.

Zakat itu bukan keputusan nabi, tapi langsung dari Allah SWT (Kewajiban yang langsung ditentukan oleh Allah).

Penerima zakat : fakir, miskin, amilin, mualaf, pembebasan perbudakan, orang yang terlilit hutang, orang yang berjuang di jalan Allah, orang yang dalam bepergian.

Dalam satu pendapat, pemberian zakat harus memenuhi 8 asnaf, tapi pendapat kedua termasuk ibnu abas, tidak harus memenuhi 8 yang terpenting salah satu asnaf terpenuhi.


Tulisan ini diambil dari kajian subuh, jika terdapat kesalahan penulisan, penulis dengan senang hati menerima setiap kritik dan saran pada kolom komentar atau hubungi penulis pada kontak dibawah.

Design a site like this with WordPress.com
Get started